Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hepatitis Masih Jadi Epidemi Diam di Indonesia, Kenali Gejalanya

📅 Jumat, 01 Agu 2025, 22:35 WIB | Oleh:
Hepatitis Masih Jadi Epidemi Diam di Indonesia, Kenali Gejalanya Doc: Primaya Hospital
Ket. Ilustrasi penyakit hepatitis. Jenis hepatitis yang paling banyak ditemukan di Indonesia adalah Hepatitis B, disusul oleh Hepatitis C.

JAKARTA - Wajah ceria seorang anak tak selalu mencerminkan kondisi kesehatannya yang sebenarnya. Tak sedikit anak Indonesia yang tanpa disadari telah membawa virus hepatitis B atau C sejak lahir.

Kondisi ini sering tak terdeteksi hingga dewasa, saat gangguan fungsi hati mulai muncul. Di sisi lain, orang dewasa produktif pun tak jarang tiba-tiba mengalami kerusakan hati akut akibat hepatitis yang selama ini tersembunyi.

Hepatitis atau “peradangan hati” yang disebabkan oleh virus, obat-obatan, alkohol, atau gangguan autoimun, masih menjadi beban kesehatan global. Indonesia pun tak luput dari tantangan tersebut. Ironisnya, banyak kasus hepatitis baru terdeteksi ketika sudah mencapai stadium lanjut, karena Sebagian besar penderitanya tidak menunjukkan gejala awal.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI, sekitar 28 juta orang Indonesia diperkirakan mengidap hepatitis B atau C, namun hanya sekitar 10 % yang telah terdiagnosis. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebut hepatitis sebagai “silent epidemic,” karena gejalanya sering kali samar atau tidak muncul sama sekali hingga berkembang menjadi sirosis atau kanker hati.

Jenis hepatitis yang paling banyak ditemukan di Indonesia adalah Hepatitis B, disusul oleh Hepatitis C. Penularan utama terjadi secara perinatal, yaitu dari ibu ke bayi saat proses persalinan. Tantangan diperparah oleh masih rendahnya cakupan vaksinasi hepatitis di beberapa wilayah, serta terbatasnya akses skrining di daerah terpencil.

Gejala umum hepatitis yang kerap diabaikan antara lain, kulit dan mata menguning, urine berwarna gelap seperti teh, tinja pucat, kelelahan ekstrem, nyeri di perut kanan atas, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan demam ringan.

Gejala hepatitis pada anak sering kali lebih ringan atau bahkan tidak tampak. Padahal, infeksi bisa terjadi sejak bayi dan menetap seumur hidup bila tidak tertangani. “Anak-anak, terutama bayi, bisa terinfeksi hepatitis B sejak lahir dan tidak menunjukkan gejala sama sekali,” jelas dr. Ahmar Abyadh, Sp.PD-KGEH, FINASIM, Mkes, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi Primaya Hospital Bekasi Barat melalui keterangannya pada hari Jumat (1/8).

“Deteksi dini lewat tes darah sangat penting, karena infeksi kronis bisa menyebabkan kerusakan hati bertahap selama bertahun-tahun,” tambahnya.

Jika gejala muncul, biasanya berupa, penurunan nafsu makan, rewel dan mudah lelah, muntah berulang, warna urine gelap dan tinja pucat, kulit atau mata menguning. Namun sayangnya, banyak orang tua tidak menyadari tanda-tanda tersebut atau menganggapnya sebagai penyakit ringan biasa.

“Kebanyakan pasien datang ketika sudah mengalami komplikasi,” jelas dr. Ahmar Abyadh, Sp. PD-KGEH, FINASIM, Mkes. “Karena hepatitis kronis bisa berlangsung bertahun-tahun tanpa gejala. Inilah kenapa edukasi dan deteksi dini menjadi kunci.”

Segmentasi Risiko Berdasarkan Usia

Anak & remaja: Rentan terhadap hepatitis A & E akibat makanan/minuman tercemar. Usia produktif (20–49 tahun): Rentan hepatitis B & C akibat hubungan seksual tidak aman, transfusi darah, atau penggunaan jarum suntik tidak steril.

Lansia: Rentan hepatitis akibat konsumsi obat jangka panjang dan penurunan metabolisme hati. Banyak yang menganggap hepatitis tidak bisa disembuhkan. Faktanya Hepatitis A & E bisa sembuh total.

Hepatitis B bisa dikontrol dengan terapi antiviral. Hepatitis C bahkan bisa disembuhkan dengan pengobatan generasi baru (DAA) dengan tingkat kesembuhan di atas 95%. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia medis terus berkembang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.