Peringatan Tsunami Dicabut, Jutaan Orang di Pasifik Kembali ke Rumah
📅 Kamis, 31 Jul 2025, 12:22 WIB | Oleh: Lili LestariSebelumnya, taman nasional ditutup, sekolah ditutup, pengeras suara mengumandangkan peringatan dan wisatawan diantar dari perahu wisata ke tempat yang aman di daratan.
Kerusakan terburuk terlihat di Russia, tempat tsunami menghantam pelabuhan Severo-Kurilsk dan menenggelamkan pabrik perikanan setempat, kata sejumlah pejabat.
Rekaman televisi pemerintah Russia menunjukkan bangunan-bangunan dan puing-puing tersapu ke laut.
Gelombang air mencapai monumen Perang Dunia II kota itu sekitar 400 meter dari garis pantai, kata Wali Kota Alexander Ovsyannikov.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gempa awal juga menyebabkan kerusakan terbatas dan hanya korban luka ringan, meskipun menjadi yang terkuat sejak tahun 2011, saat 15.000 orang tewas di Jepang.
Ilmuwan Russia melaporkan gunung berapi Klyuchevskoy meletus tak lama setelah gempa bumi.
"Lava merah membara terpantau mengalir menuruni lereng barat. Terdapat cahaya yang kuat di atas gunung berapi dan letusan," kata Survei Geofisika Russia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peringatan Pasifik
Gempa hari Rabu adalah yang terkuat di wilayah Kamchatka sejak 1952, kata layanan pemantauan seismik regional, yang memperingatkan adanya gempa susulan hingga berkekuatan 7,5.
Survei Geologi AS mengatakan gempa tersebut merupakan salah satu dari 10 gempa terkuat yang tercatat sejak 1900.
Gempa susulan tersebut kemudian diikuti puluhan gempa susulan yang semakin mengguncang Timur Jauh Russia, termasuk satu gempa berkekuatan 6,9.
USGS mengatakan ada 59 persen kemungkinan gempa susulan berkekuatan lebih dari 7,0 minggu depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!