Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekspor Batik Seret? Wamendag Desak Cari Pasar Baru Segera!

📅 Rabu, 30 Jul 2025, 16:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekspor Batik Seret? Wamendag Desak Cari Pasar Baru Segera! Doc: Antara.
Ket. Pemerintah mendorong ekspor batik. 

JAKARTA - Ekspor batik membantu memperkenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia ke seluruh dunia, meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia. 

Batik yang diekspor dapat menarik minat wisatawan asing untuk datang ke Indonesia dan mempelajari lebih lanjut tentang batik serta budaya Indonesia secara umum. 

Industri batik melibatkan banyak perajin dan pengusaha kecil, sehingga ekspor batik dapat memberikan dampak positif pada perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mengatakan penting bagi Indonesia untuk mulai mencari dan mengoptimalkan pasar ekspor baru untuk produk kerajinan batik.

“Kita harus berupaya semaksimal mungkin agar batik asli itu bukan hanya bisa diminati oleh market dalam negeri, tetapi juga di luar negeri,” kata Wamendag Roro saat ditemui di Gelar Batik Nusantara (GBN) 2025 di Jakarta, Rabu (30/7).

Lebih lanjut, Roro mengatakan pihaknya berupaya untuk memperkenalkan produk-produk kerajinan dan wastra batik ke negara-negara yang mungkin masih belum umum untuk ditujukan sebagai pasar.

“Seperti kemarin kita kedatangan Menteri Perdagangan Afrika di Uganda, mereka sangat minat dengan batik. Nah market di Afrika ini seharusnya harus kita garap, bagaimana agar produk-produk batik kita itu bisa sampai ke wilayah itu,” kata Roro.

“Memang this is an unconventional market, tapi harus kita maksimalkan juga potensinya,” ujarnya menambahkan.

Ia menilai batik memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada perekonomian Indonesia.

Hal ini menyusul data BPS yang mencatat bahwa pada triwulan I 2025, nilai ekspor batik tercatat sebesar 7,63 juta dolar AS (sekira Rp125 miliar), atau naik 76,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, Roro juga mengatakan bahwa Kementerian Perdagangan memiliki sejumlah perwakilan di setidaknya 33 negara yang bisa dioptimalkan untuk ekspansi pasar batik secara keseluruhan.

“Kami dari sudut pandang Kementerian Perdagangan tentunya akan selalu mendorong, me-support bagaimana batik ini bisa semakin go global,” kata dia.

Lebih jauh, Wamendag mengatakan Pemerintah Indonesia melalui kerja sama lintas kementerian/lembaga juga memberikan dukungan penuh untuk industri dan pembuat batik.

“Nah, yang menjadi PR kita ke depannya adalah bagaimana melestarikan budaya batik itu sendiri. Ini kan menjadi hal yang penting juga,” ujar Wamendag Roro.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
PLN Libatkan 26 UMKM pada P...
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.