Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabupaten Penajam Kemas Beras Petani Lokal Dukung Ketahanan Pangan

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 15:45 WIB | Oleh:
Kabupaten Penajam Kemas Beras Petani Lokal Dukung Ketahanan Pangan Doc: ANTARA/Nyaman Bagus Purwaniawan
Ket. Gedung Kantor Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Penajam Paser Utara -- Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, meluncurkan beras kemasan hasil panen petani lokal berlabel Benuo Taka sebagai bentuk komitmen mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan petani di kabupaten itu.

"Pemerintah kabupaten ingin ciptakan pasar yang jelas dan berkelanjutan bagi para petani tanaman padi," ujar Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor saat ditanya mengenai peluncuran beras Benuo Taka di Penajam, Selasa

Pemerintah kabupaten juga ingin berdayakan petani, lanjut dia, serta mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional melalui program Bela Beli Produk Lokal untuk menumbuhkan semangat masyarakat membeli produk lokal dari daerah sendiri.

Langkah awal wajibkan pegawai di lingkungan pemerintah kabupaten beli beras hasil panen petani minimal lima kilogram, jelas dia, melalui surat edaran kepala daerah.

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Benuo Taka ditetapkan sebagai penyedia dan pendistribusian beras hasil panen petani lokal, bekerja sama dengan Persatuan Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) bertugas mengemas beras lokal lima kilogram dan 10 kilogram.

Data yang tercatat di Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Penajam Paser Utara, di lingkungan pemerintah kabupaten setempat terdapat 3.317 orang aparatur sipil negara (ASN) dan 874 orang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Tahap awal pasokan beras kemasan Benuo Taka didistribusikan keempat perangkat daerah dan satu badan usaha milik daerah (BUMD) Kabupaten Penajam Paser Utara.

Antara lain Sekretariat Daerah, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperindag), serta serta Perumda Air Minum Danum Taka, menurut dia, ke depan seluruh perangkat daerah diharapkan turut menjadi bagian dari rantai distribusi beras kemasan tersebut.

Lahan pertanian tanaman padi produktif di Kabupaten Penajam Paser Utara 14.070 hektare dengan menghasilkan 3-4 ton per hektare dalam satu kali panen, dalam.satu tahun petani melakukan dua kali panen.

"Itu data dari Dinas Pertanian di mana setiap tahun surplus beras, pada 2024 hasil panen padi capai sekitar 50.672 ton," ucapnya.

Dengan ada pasar tetap para petani tidak lagi khawatir harga maupun distribusi, serta warga mendapat akses terhadap beras berkualitas dan terjangkau dari hasil pertanian lokal yang dapat membangun ekonomi lokal yang kuat, menyejahterakan petani, menjaga stabilitas harga dan memperkuat kedaulatan pangan daerah, demikian Mudyat Noor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
  • Perkuat Kesiapan Awak Kapal, Kemenhub Gelar Workshop Safety Training untuk Hadapi Situasi Darurat
    Langkah sinergis Ditjen Hubla dan manajemen PT PELNI ...
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Film "Lobang Buaya" Segera Hadir, Hanung Bramantyo Ingin Anak Muda Tak Melupakan Sejarah

Film "Lobang Buaya" Segera Hadir, Hanung Bramantyo Ingin Anak Muda Tak Melupakan Sejarah

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.