Fondasi Ekonomi Tak Boleh Rapuh, Dunia Sedang Bergejolak!
📅 Selasa, 29 Jul 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ANTARA/IDHAD ZAKARIA
JAKARTA - Pemerintah perlu mewaspadai serangkaian gejolak eksternal yang makin menguat mulai dari tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) hingga konflik anggota Asean antara Thailand dan Kamboja. Sebab, jika tak disikapi secara serius, fenomena ini berisiko mengancam ekonomi domestik.
Peneliti Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda mengatakan fokus global saat ini tertuju pada kondisi regional Asean yang sedang bergejolak. Selain perang Thailand-Kamboja, lanjutnya, risiko lain datang dari gonjang-ganjing politik di Malaysia menysusul tuntutan mundur Anwar Ibrahim dari kursi Perdana Menteri.
"Kondisi ini bisa menyulut ketidakpastian ekonomi di Asean, terkait dengan perdagangan antar negara Asean," ujarnya kepada Koran Jakarta, Senin (28/7).
Indonesia, terang Huda, sebagai salah satu anggota Asean, juga akan terkena imbas dari sisi permintaan perdagangan. Saat ini, Thailand menjadi salah satu mitra dagang Indonesia.
Untuk itu, lanjutnya, stabilitas politik dan ekomomi di dalam negeri harus dijaga agar selalu kondusif. Salah satunya dengan menjaga daya beli masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Daya beli masyarakat ini menjadi krusial dalam mempertahankan perekonomian agar tidak semakin jeblok. Selain itu, pemerintah juga harus mengelola keuangan dengan prudent," ungkap Huda.
Senada, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti menilai fundamental ekonomi domestik harus terus diperkuat dalam menghadapi tantangan eskternal.
Dia menganalogikan dengan kesehatan tubuh, apabila stamina sehat, badan tidak akan mudah terinfeksi penyakit. Sebaliknya,kalau stamina rapuh, tubuh akan mudah terinfeksi penyakit.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Demikian pula jika fundamental ekonomi lemah maka akan mudah terdampak dengan global shock," tandas Esther.
Kredibilitas Fiskal
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan komitmen Indonesia menjaga kredibilitas dan reputasi fiskal di tengah gejolak geopolitik saat menerima kunjungan Direktur ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) Yasuto Watanabe.
“Saya menyampaikan komitmen Kemenkeu dalam upaya menjaga kredibilitas, serta mempertahankan reputasi fiskal dan makroekonomi Indonesia dalam menghadapi tekanan politik dan ketidakpastian global,” kata Sri Mulyani dalam Instagram @smindrawati di Jakarta, Jumat pekan lalu
Sri Mulyani mengungkapkan dalam pertemuan dengan AMRO, kedua pihak membahas sejumlah tantangan strategis yang dihadapi kawasan ASEAN di tengah ketidakpastian ekonomi global yang makin kompleks akibat dinamika geopolitik. Utamanya, yang berkaitan dengan kebijakan Amerika Serikat (AS).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!