Bupati Tegaskan Larangan Jual-Beli Beras Bantuan Presiden di Tulungagung
📅 Selasa, 29 Jul 2025, 20:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mengingatkan warganya yang terpilih sebagai penerima bantuan pangan untuk tidak menjual beras bantuan presiden yang disalurkan melalui Program Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Imbauan tersebut disampaikan Gatut usai meninjau langsung penyaluran beras bantuan di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa.
Ia meminta masyarakat memanfaatkan bantuan beras tersebut dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga.
Gatut menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap penerima bantuan jika ditemukan adanya penyalahgunaan, termasuk praktik jual beli bantuan beras.
"Seharusnya tidak dijual," tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga meminta perangkat desa memastikan bantuan disalurkan tepat sasaran, agar tidak menimbulkan keluhan dari masyarakat.
“Kalau ada masalah, akan kami proses sesuai aturan dan hukum yang berlaku,” katanya.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung, Yonas Hariyadi Kurniawan menyatakan bantuan yang disalurkan merupakan beras CBP kualitas medium.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seluruh pengiriman dari gudang Bulog ke desa telah dilakukan sesuai instruksi pusat.
Yonas menjelaskan penyaluran bantuan untuk periode Juni dan Juli dilakukan sekaligus untuk menghindari jatuhnya harga gabah saat panen raya.
“Penyaluran Juni bersamaan dengan Juli karena saat itu masa panen. Kalau bantuan disalurkan saat panen, dikhawatirkan harga gabah anjlok,” jelasnya.
Program bantuan pangan ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat untuk menjaga ketahanan pangan dan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.
Sejak 22 Juli Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan pangan beras dari pemerintah pusat kepada 80.875 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di seluruh wilayah itu.
Masing-masing KPM menerima 20 kg beras untuk periode Juni dan Juli 2025 yang disalurkan secara sekaligus.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!