Bentuk Partai dengan Misi Unik, Dewi Soekarno Nyaleg di Jepang Usia 85 Tahun!
📅 Selasa, 29 Jul 2025, 08:40 WIB | Oleh: Andriani Nuraini
Doc: Instagram @dewisukarnoofficial
Nama Ratna Sari Dewi, istri kelima Presiden Soekarno, kembali menjadi perbincangan hangat. Di usianya yang ke-85 tahun, wanita kelahiran Jepang bernama asli Naoko Nemoto ini memulai babak baru dalam hidupnya dengan terjun ke dunia politik di Negeri Sakura.
Demi langkah politiknya, Dewi rela melepas status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah disandangnya selama lebih dari enam dekade sejak dinikahi Soekarno pada 3 Maret 1962. Ia kini resmi kembali menjadi warga negara Jepang, setelah melalui proses naturalisasi yang cukup pelik.
Dewi mencalonkan diri sebagai anggota Majelis Tinggi Parlemen Jepang. Ia bahkan membentuk partai politik bernama Heiwa 12, yang membawa misi unik: memperjuangkan kesejahteraan hewan, khususnya anjing dan kucing. Dalam unggahan media sosial, Dewi tampak aktif berkampanye dan tak ragu menyuarakan kritik terhadap sistem yang dianggap menghambat proses kewarganegaraannya.
"Padahal saya lahir di Jepang. Tapi permohonan naturalisasi saya lebih lama dari warga asing lainnya. Tahun lalu, 8.963 orang asing disetujui jadi warga negara Jepang, tapi saya yang asli Jepang malah dipersulit," tulisnya di Instagram.
Tak hanya proses politiknya yang menyita perhatian, publik pun kembali mengulas kisah cintanya dengan Soekarno, sang proklamator Indonesia. Pertemuan mereka bermula dari sebuah jamuan makan malam kenegaraan di Tokyo, 1959. Saat itu, Naoko yang masih berusia 19 tahun tampil sebagai penghibur. Tiga tahun kemudian, ia resmi menjadi istri kelima Soekarno dan diberi nama Ratna Sari Dewi.
Pernikahan mereka melahirkan seorang putri, Kartika Sari Dewi, yang kini telah menikah dan memiliki anak. Meski rumah tangganya berakhir pada 1970, kenangan cinta mereka abadi. Soekarno bahkan pernah menulis harapan agar kelak mereka dimakamkan bersama.
Kini, setelah menetap kembali di Jepang sejak 2008, Dewi tetap tampil glamor dan elegan. Tapi di balik kemewahan itu, ada semangat yang tak pernah padam. Di usia senja, ia tidak memilih untuk pensiun dalam diam. Ia justru melangkah ke arena politik, mengusung isu yang tak biasa, dan membuktikan bahwa semangat pengabdian bisa menyala kapan saja bahkan di usia 85 tahun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!