AS Tegaskan TikTok di Amerika Harus Beralih Kepemilikan
📅 Selasa, 29 Jul 2025, 01:10 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: istimewa
WASHINGTON DC – Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS), Howard Lutnick pada Minggu (27/7), kembali menegaskan bahwa operasi TikTok di AS harus beralih dari kepemilikan Tiongkok ke Amerika. Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran pemerintah AS terhadap isu keamanan nasional.
Dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu, Lutnick menyampaikan, "Presiden sangat menyukai TikTok... karena itu adalah cara yang baik untuk berkomunikasi dengan kaum muda." Namun, ia menambahkan, "Kita tidak bisa membiarkan Tiongkok memiliki aplikasi di 100 juta ponsel Amerika, itu tidak baik. Jadi, TikTok harus beralih ke kepemilikan Amerika, harus beralih ke teknologi Amerika, algoritma Amerika."
Lutnick juga menekankan bahwa jika Tiongkok tidak menyetujui kesepakatan penjualan TikTok, "maka TikTok akan ditutup." Ia menyimpulkan, "Kami telah membuat keputusan. Anda tidak bisa memiliki kendali Tiongkok dan memiliki sesuatu di 100 juta ponsel Amerika."
Ia menambahkan: "Pada dasarnya, rakyat Amerika akan memiliki kendali. Rakyat Amerika akan memiliki teknologinya. Rakyat Amerika akan mengendalikan algoritmanya. Itulah sesuatu yang Donald Trump bersedia lakukan."
Menanggapi pernyataan itu, Guo Jiakun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, pada hari Jumat (25/7) mengatakan: "Kami telah menyatakan posisi berprinsip kami terhadap TikTok dalam beberapa kesempatan."
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam jumpa pers di bulan April, Lin Jian, juru bicara Kementerian Luar Negeri lainnya, mengatakan, "Tiongkok akan menangani masalah yang relevan sesuai hukum dan peraturan Tiongkok. AS perlu menyediakan lingkungan yang terbuka, adil, dan non-diskriminatif bagi bisnis Tiongkok di negara ini."
Penjualan operasi TikTok di AS telah mengalami kemunduran dalam beberapa minggu terakhir. Perusahaan ekuitas swasta Blackstone baru-baru ini menarik diri dari konsorsium investor yang ingin membeli bisnis tersebut.
Blackstone dilaporkan telah dijadwalkan untuk mengambil saham minoritas di bisnis platform tersebut di AS bersama anggota konsorsium lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Akuisisi Saham
Trump mengumumkan pada akhir Juni bahwa ia telah mengidentifikasi pembeli untuk operasi TikTok di AS, menggambarkan mereka sebagai "sekelompok orang yang sangat kaya" dalam sebuah wawancara dengan Fox News. Ia menyatakan bahwa kesepakatan itu memerlukan persetujuan dari Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Bloomberg melaporkan bahwa pembeli yang dirujuk Trump termasuk konsorsium Oracle, Blackstone, dan perusahaan modal ventura Andreessen Horowitz yang sudah ada. Negosiasi tersebut sebelumnya terhenti setelah Beijing menahan persetujuan menyusul tarif besar-besaran Trump terhadap barang-barang Tiongkok.
Konsorsium Blackstone dilaporkan telah menegosiasikan struktur yang akan memberikan 50 persen saham bisnis TikTok di AS kepada investor eksternal, sementara mengurangi kepemilikan saham ByteDance menjadi di bawah 20 persen.
Reuters melaporkan bahwa Oracle diperkirakan akan mengakuisisi saham jika kesepakatan tersebut berhasil.
Kesepakatan penjualan operasi TikTok di AS ini menyusul undang-undang pada April 2024 yang mewajibkan ByteDance untuk menjual TikTok atau menutup operasinya di AS paling lambat 19 Januari 2025. Presiden Donald Trump telah memperpanjang batas waktu tersebut tiga kali, dengan batas waktu saat ini ditetapkan pada 17 September.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!