Mengenal Jenis Kulit Wajah Menurut Dermatolog
📅 Minggu, 27 Jul 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Dokter Spesialis Kulit dr. Aditya Surya Pratama mengatakan pentingnya mengetahui jenis kulit wajah sehingga masyarakat dapat menentukan produk perawatan wajah yang tepat untuk digunakan.
"Sebelumnya (kebanyakan orang) tahu kondisi kulit dari mana? Di rasa-rasa. Jadi simpelnya kalau memang mau tahu, itu ada yang namanya bare face test," kata Aditya di Jakarta, Sabtu (26/7).
Aditya menjelaskan tes pada wajah tersebut dapat dilakukan ketika pagi hari sesudah mencuci muka dengan sabun. Setelah mengeringkan wajah secara perlahan, tunggu selama satu jam tanpa menggunakan produk apapun.
Setelahnya, fokuskan pengamatan pada bagian T zone yakni daerah di sekitar dahi, dagu dan hidung, kemudian U zone yang ada pada area pipi kanan, dagu, dan pipi kiri.
Jika setelah satu jam kulit terasa makin kering dan terasa seperti ditarik, maka wajah itu memiliki tipe kering.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebaliknya, jika pada kedua area itu muncul minyak dan berulang selama satu jam sekali, wajah tersebut bersifat berminyak.
"Kalau kombinasi itu biasanya di T atau U zone berminyak tapi di pipi kering banget, itu simpelnya," ujar dia.
Aditya melanjutkan meski kondisi kulit tiap orang cenderung berbeda, akan lebih baik jika kulit tetap mendapatkan proteksi lebih melalui tabir surya (sunscreen).
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menekankan bahwa pemakaian tabir surya bisa dilakukan oleh gender mana pun sebagai bentuk perlindungan pada kulit yang lebih maksimal.
Cara pemilihan tabir surya pun menurutnya cukup mudah, pertama, cari produk dengan SPF yang sudah tinggi yakni di antara 35 sampai 50.
Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah memperhatikan formula yang disesuaikan dengan kebutuhan jenis kulit masing-masing.
"Kemudian yang ketiga harus rajin mengaplikasikannya kembali, jadi kalau dalam ruangan itu bisa dipakai lagi tiap 4-6 jam, kalau di luar minimal 2-3 jam, kita harus mengaplikasikannya lagi, jangan malas," ucap dokter lulusan Universitas Yarsi itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!