Soal Study Tour, Walkot Bandung Farhan Beda dengan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Apa Alasannya?
📅 Jumat, 25 Jul 2025, 10:15 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: ANTARA
BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung mengizinkan kegiatan study tour yang diselenggarakan sekolah, termasuk perjalanan ke luar provinsi selama kegiatan tersebut tidak dikaitkan dengan penilaian akademik siswa.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan selama kegiatan tersebut tidak dikaitkan dengan penilaian akademik siswa, maka tidak ada alasan untuk melarangnya.
“Selama study tour tidak memengaruhi nilai akademik siswa, ya silakan saja. Tidak ada masalah,” kata Farhan di Bandung, Senin (21/7) lalu.
Menurut Farhan, study tour merupakan bagian dari pembelajaran non formal yang bisa memperluas wawasan siswa, selama dilaksanakan dengan perencanaan matang dan dalam pengawasan pihak sekolah.
“Kegiatan seperti ini bisa menjadi sarana pembelajaran yang bermakna, asal tidak disalahgunakan dan tetap dikendalikan,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa Pemkot Bandung memilih untuk bersikap inklusif dan fleksibel dalam menyikapi kebijakan provinsi, selama kegiatan tersebut tidak merugikan siswa secara akademik maupun psikologis.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kalau dari Gubernur ada edaran larangan, itu sah-sah saja. Tapi Bandung tidak akan ikut melarang. Kota ini terbuka, masuk boleh, keluar pun boleh,” ucapnya.
Farhan juga mengingatkan agar kegiatan study tour tidak menjadi alat tekanan sosial atau akademik, apalagi dijadikan ajang pamer yang menimbulkan beban bagi siswa.
“Yang penting, jangan sampai siswa merasa dipaksa ikut agar nilainya aman, atau takut dianggap absen. Ini soal memperluas wawasan, bukan kompetisi akademik,” tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menerbitkan surat edaran yang melarang kegiatan study tour ke luar daerah.
Larangan tersebut didasarkan pada banyaknya keluhan orang tua yang terbebani secara finansial, bahkan dalam sejumlah kasus disebut harus berutang atau menjual barang untuk membiayai anak mereka mengikuti kegiatan tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!