Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sudah Dapat SK PPPK, Puluhan Guru di Pandeglang Malah Ajukan Gugatan Cerai! ini Alasannya

📅 Jumat, 25 Jul 2025, 15:15 WIB | Oleh:
Sudah Dapat SK PPPK, Puluhan Guru di Pandeglang Malah Ajukan Gugatan Cerai! ini Alasannya Doc: Freepik/ilustrasi

Pandeglang - Fenomena sosial menarik terjadi di Kabupaten Pandeglang, Banten. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Pandeglang mencatat lonjakan jumlah guru yang mengajukan gugatan cerai terhadap pasangan mereka. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai sekitar 50 orang hanya dalam satu tahun terakhir angka yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Yang menarik, mayoritas gugatan diajukan setelah para guru tersebut mendapatkan Surat Keputusan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (SK PPPK). Kepala Bidang Ketenagaan Dindikpora Pandeglang, Mukmin, menyatakan bahwa momen terbitnya SK PPPK kerap menjadi titik balik dalam dinamika rumah tangga para guru.

"Sebagian besar pengajuan gugatan perceraian memang terjadi setelah mereka menerima SK PPPK," ujar Mukmin, Jumat (25/7).

Dari data yang dihimpun, para penggugat didominasi oleh guru perempuan. Alasan yang paling banyak muncul adalah faktor ekonomi, perselingkuhan, hingga masalah jarak karena pasangan bekerja di luar kota. Menurut Mukmin, status baru sebagai ASN kontrak ini sering kali membawa perubahan besar dalam kehidupan para guru, baik dari sisi finansial maupun kepercayaan diri.

"Banyaknya karena faktor ekonomi, perselingkuhan, dan suami yang bekerja jauh dari rumah," ungkapnya.

Melihat kecenderungan ini, Dindikpora Pandeglang mulai mengambil langkah antisipatif. Salah satunya adalah dengan menawarkan mediasi internal bagi guru yang menghadapi konflik rumah tangga.

"Kita tidak tinggal diam. Kita berupaya memediasi dan menyarankan penyelesaian yang tidak langsung ke jalur hukum," tambah Mukmin.

Fenomena ini membuka diskusi lebih luas soal dinamika rumah tangga di tengah naiknya status sosial dan ekonomi. Apakah kemandirian finansial membuat seseorang lebih berani mengambil keputusan besar dalam hidupnya? Atau justru ini cermin dari retaknya hubungan yang selama ini terpendam?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.