Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RI Siap Menjadi Pemimpin Energi Bersih Regional melalui The 12th IndoEBTKE ConEx 2025

📅 Jumat, 25 Jul 2025, 10:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Siap Menjadi Pemimpin Energi Bersih Regional melalui The 12th IndoEBTKE ConEx 2025 Doc: istimewa
Ket. Focus Group Discussion (FGD) di Jakarta 24 Juli 2025 sebagai pra acara pelaksana The 12th IndoEBTKE ConEx 2025

JAKARTA– Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi pemimpin regional dalam transisi energi. Dengan keunggulan strategis yang dimilikinya, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia siap mendorong dekarbonisasi regional sekaligus mengoptimalkan usaha terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, Indonesia menempati posisi strategis sebagai pemain utama pengembangan energi bersih global. Keunggulan ini meliputi sekitar 40 persen potensi panas bumi dunia (24 GW), energi surya 3.286 giga watt (GW), angin 155 GW, hidroelektrik 95 GW, bioenergy 57 GW, dan energi laut 20 GW. Ditambah penguasaan 42 persen cadangan nikel global untuk produksi baterai dan sistem penyimpanan energi, Indonesia memiliki fondasi kuat sebagai hub energi terbarukan regional di ASEAN dengan keunggulan strategis dalam seluruh rantai pasok teknologi energi bersih global.

Tidak hanya SDA, keunggulan geografis dan geopolitik Indonesia sebagai negara dengan pengaruh kuat di ASEAN juga memberikan kemampuan untuk memfasilitasi kerja sama energi antar negara dan menjadi hub yang strategis untuk perdagangan energi bersih di kawasan ini.

The 12th IndoEBTKE ConEx 2025: Forum Terdepan Transformasi Energi

Sebagai katalisator perubahan, IndoEBTKE ConEx merupakan konferensi energi terbarukan dan konservasi energi di Indonesia, sekaligus forum pertemuan internasional terbesar di Asia Tenggara. The 12th IndoEBTKE ConEx 2025 akan diselenggarakan pada 26–28 November 2025 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, oleh METI (Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia) dan MAASKEI (Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia) serta didukung oleh 5 Asosiasi lainnya AESI, AEAI Indonesia, GBCI Indonesia, APPLTA dan MEBI.

Acara tahun ini mengusung tema "Positioning Indonesia as a Regional Green Powerhouse to Support Indonesia Emas 2045.". Lebih dari sekadar platform pertukaran pengetahuan, acara ini berfungsi sebagai ruang untuk membuka peluang pertumbuhan hijau dan mendorong kolaborasi strategis lintas sektor dan lintas negara.

Widi Pancono, Ketua III METI (Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia), menekankan pentingnya pembiayaan inovatif dalam percepatan energi terbarukan. "Melalui IndoEBTKE ConEx 2025, kami mendorong sinergi antara sektor publik, swasta nasional, dan mitra internasional. Kita ingin membangun ekosistem energi bersih yang terkoneksi secara global, inklusif, dan tangguh,” jelasnya.

Andhika Prastawa, Ketua Umum MASKEEI, menambahkan MASKEEI bersama METI menyelenggarakan IndoEBTKE dengan harapan konservasi energi menjadi awareness bagi masyarakat. "Tema ini dipilih secara strategis untuk mendukung agenda pemerintah dalam mewujudkan transisi energi berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,"ucapnya.

Mada Ayu Habsari, Ketua Panitia Pelaksana The 12th IndoEBTKE ConEx 2025, menyampaikan pendekatan acara tahun ini akan lebih terbuka dan kolaboratif serta menjadi indonesia clean energy week.

Sebagai salah satu rangkaian pra-acara, Focus Group Discussion (FGD) telah diselenggarakan pada 24 Juli 2025. Acara ini merupakan hasil kolaborasi dengan Boston Consulting Group (BCG) sebagai Knowledge Partner, yang membawa keahlian dan perspektif global ke dalam diskusi.

FGD ini berhasil mengumpulkan para pemain kunci dari berbagai industri, mulai dari sektor energi tradisional hingga teknologi energi terbarukan, dari perusahaan multinasional hingga startup inovatif, serta dari pembuat kebijakan hingga investor strategis, termasuk asosiasi terkait dan lembaga kenegaraan seperti kedutaan.

Langkah Strategis

Ketua Komite The 12th IndoEBTKE ConEx 2025, Eka Satria mengatakan, melihat kesuksesan EBTKE ConEx sebelumnya di 2023, berbagai poin diskusi telah kami rangkum dalam Whitebook dan kami rekomendasikan kepada para pemangku kepentingan itulah semangat yang terus kami bawa melalui platform ini.

FGD ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa di acara utama pada November nanti, topik-topik diskusi yang diangkat benar-benar relevan, tepat sasaran, dan berdampak bagi pelaku industri. "Dengan demikian, forum ini dapat berkontribusi nyata dalam mendorong Indonesia mengambil peran sentral sebagai regional powerhouse di bidang energi terbarukan,” tutur Eka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.