Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ben O’Connor Juarai Etape Brutal di Pegunungan Alpen, Pogacar Semakin Dekat ke Gelar Tour de France

📅 Jumat, 25 Jul 2025, 08:25 WIB | Oleh:
Ben O’Connor Juarai Etape Brutal di Pegunungan Alpen, Pogacar Semakin Dekat ke Gelar Tour de France Doc: AFP
Ket. Pembalap sepeda asal Australia, Ben O’Connor, mencetak kemenangan impresif di Etape 18 Tour de France, Kamis (24/7) waktu setempat.

ALPEN, PRANCIS – Pembalap sepeda asal Australia, Ben O’Connor, mencetak kemenangan impresif di Etape 18 Tour de France, Kamis (24/7) waktu setempat, usai menaklukkan tiga tanjakan brutal di Pegunungan Alpen. Di saat bersamaan, juara bertahan, Tadej Pogacar, semakin mengukuhkan dominasinya dalam perburuan kaus kuning.

O’Connor (29 tahun) melesat sendirian sejak 15 km sebelum garis finis dan sukses mempertahankan keunggulan meski digempur kabut tebal di puncak Col de la Loze. Ia finis dengan selisih 1 menit 45 detik dari Pogacar yang datang di urutan kedua, sementara rival utamanya, Jonas Vingegaard, menyusul sembilan detik kemudian di tempat ketiga.

“Itu sangat brutal, belum pernah saya alami etape seberat ini. Tim kami sudah menjalankan rencana dengan baik, tapi saya tetap tak bisa mencuri waktu dari Tadej,” keluh Vingegaard usai finis.

Dengan hanya tersisa tiga hari balapan menuju garis akhir di Paris, Pogacar kini unggul 4 menit 26 detik atas Vingegaard dalam klasemen umum. Selisih yang signifikan dan berpotensi mengantarnya meraih gelar keempat Tour de France sepanjang karir.

Meski saat start tertinggal 4 menit 15 detik, Vingegaard melakukan serangan lebih awal pada jarak 71 km dari finis. Pogacar mengaku sempat terkejut, namun tetap mampu mengimbangi langkah rivalnya.

“Strategi kami sempat buyar karena serangan mereka datang terlalu dini,” kata Pogacar. “Saya hanya mengandalkan naluri dan membuntuti Jonas.”

Pada akhirnya, Pogacar berhasil meninggalkan Vingegaard jelang finis dan mencuri 11 detik tambahan atas pebalap Tim Visma tersebut,pemenang edisi 2022 dan 2023.

Bagi O’Connor, kemenangan ini menjadi momen pelepas dahaga setelah empat tahun, sejak keberhasilannya di Tignes, juga di kawasan Alpen. Kini membela tim Jayco-AlUla sejak Januari, O’Connor merasa momen ini sangat spesial.

“Mengangkat tangan di garis finis itu luar biasa. Sudah saatnya saya menang lagi, apalagi bersama tim Australia,” ujar O’Connor dengan wajah sumringah. “Saya harus menyerang sejak dasar lembah sebelum tanjakan terakhir. Hanya itu satu-satunya cara untuk mengalahkan mereka.”

Pogacar pun mengapresiasi performa sang pemenang etape. “Selamat untuk Ben. Ia tampil luar biasa hari ini. Kemenangan itu memang miliknya.”

Pogacar, yang kini membela Tim UAE Emirates, hampir pasti merebut gelar keempat Tour de France. Menariknya, dalam edisi ini ia membalikkan peran, alih-alih menyerang terus-menerus, ia justru bermain cermat dengan menjaga posisi di belakang Vingegaard dan meminimalkan energi.

Namun Pogacar tetap waspada. “Belum selesai, masih ada tiga hari lagi. Tiga pekan ini terasa sangat panjang. Pada pekan ketiga, semua orang mulai saling kesal. Yang dibutuhkan adalah kaki yang kuat dan keberuntungan. Kalau dua itu datang, baru semuanya terasa baik-baik saja,” jelasnya.

Di kategori pembalap muda, kejutan datang dari Florian Lipowitz, bintang muda Jerman yang nyaris finis di posisi ketiga sekaligus merebut kaus putih. Namun, stamina sang debutan tak cukup hingga akhir. Pesaingnya, Oscar Onley asal Inggris, kini hanya terpaut 22 detik. Keduanya menjalani debut di Tour de France tahun ini.

Pertarungan sebenarnya di Tour de France 2025 mulai terasa sejak pekan kedua, setelah 10 hari pertama didominasi etape datar dan rolling. Saat tiba di tanjakan pertama, Pogacar langsung menyerang dan merebut lebih dari dua menit dari Vingegaard, momen yang akhirnya menjadi titik balik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.