Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Selundupkan Narkoba ke Bali, Dua WNA Asal Brasil dan Afrika Selatan Ditangkap, BNN Ungkap Modusnya

📅 Kamis, 24 Jul 2025, 15:00 WIB | Oleh:

Kemudian setelah petugas mengecek ponsel YB, diketahui Tio Paulo tidak dapat dihubungi serta menarik/menghapus percakapannya dengan YB sehingga controlled delivery terhadap penerima di Bali tidak dapat dilaksanakan lagi.

Saat dihadirkan dalam konferensi pers di hadapan para awak media, YB hanya tertunduk diam dengan mengenakan rompi orange serta tangan diborgol.

Disembunyikan di Celana Dalam

Sedangkan tersangka LN menyelundupkan narkotika jenis sabu-sabu di dalam celana dalam.

"Hasil pemeriksaan badan terhadap LN ditemukan narkotika di dalam celana dalam warna hitam," kata Subawa di tempat yang sama, Kamis.

Subawa menjelaskan LN dijanjikan akan mendapatkan upah sebesar Rp25 juta jika berhasil mengantarkan paket narkoba kepada pelanggan di Bali.

Perempuan yang bekerja sebagai penjual barang daring (online) tersebut mengaku membawa narkotika jenis sabu dari Johannesburg ke Bali atas suruhan seorang bernama Sindi, untuk diserahkan kepada seseorang di Bali.

Dya ditangkap pada Minggu 13 Juli 2025 setelah pesawat Singapore Airlines dengan nomor Penerbangan SQ 946 rute Singapura-Denpasar mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Awalnya petugas Bea dan Cukai Ngurah Rai mencurigai LN yang akan melewati pemeriksaan Bea dan Cukai.

Selanjutnya, setelah dilakukan prosedur pemeriksaan menggunakan mesin x-ray atas barang bawaan penumpang bernama LN, petugas mengamankan satu buah kemasan plastik yang berisi narkotika jenis sabu dengan berat 990,83 gram netto, yang ditemukan di celana dalam yang digunakannya.

Selain itu, diamankan pula uang tunai sejumlah 100 dolar dan Rp1.002.000, serta barang bukti narkotika lainnya.

YB dan LN dijerat Pasal 113 Ayat (2) Atau Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.