Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RI akan Pangkas Tarif dan Longgarkan Batas Ekspor Mineral Kritis ke AS

📅 Kamis, 24 Jul 2025, 01:05 WIB | Oleh:
RI akan Pangkas Tarif dan Longgarkan Batas Ekspor Mineral Kritis ke AS Doc: ANDREW CABALLERO-REYNOLDS/AFP
Ket. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (23/7) mengumumkan rincian kesepakatan negosiasi tarif dengan Indonesia. Dia menyatakan kesepakatan tarif itu dapat membawa terobosan besar bagi sektor manufaktur, pertanian, serta digital AS. 

“Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan perdagangan penting dengan Indonesia yang akan memberi warga Amerika akses pasar di Indonesia yang dulunya dianggap mustahil,” sebut Gedung Putih, dalam pengumuman resminya Rabu (23/7).

Trump telah menyampaikan kesepakatan perdagangan yang tangguh akan menguntungkan para pekerja, eksportir, petani, dan inovator digital AS. Menurut Trump, kesepakatan itu menjadi tanda kemenangan yang akan dirasakan oleh seluruh warga AS.

Dalam kesepakatan tarif itu, Indonesia akan meringankan pembatasan ekspor mineral kritis dari negara ke AS.

Trump juga menyebut Indonesia sepakat untuk menjadi pasar terbuka bagi produk industri, teknologi, dan pertanian asal AS dengan menghapus 99 persen hambatan tarif.

Sebagai imbalannya, produk asal Indonesia yang masuk ke pasar AS akan dikenakan tarif sebesar 19 persen, sementara produk buatan Amerika akan masuk ke Indonesia tanpa tarif alias nol persen.

“AS kini akan menjual produk buatan Amerika ke Indonesia dengan tarif 0 persen, sementara Indonesia akan membayar 19 persen untuk semua produk mereka yang masuk ke AS. Pasar Terbaik di Dunia!” tegas Trump.

Selain itu, Indonesia juga disebutkan akan memasok mineral-mineral kritis ke AS dan menandatangani kontrak besar senilai puluhan miliar dollar AS, termasuk pembelian pesawat Boeing, produk pertanian Amerika, dan energi asal AS.

“Kesepakatan ini adalah kemenangan besar bagi produsen mobil, perusahaan teknologi, pekerja, petani, peternak, dan manufaktur kita. make America, great again!” pungkas Trump.

Kesepakatan Bersama

Menanggapi pengumuman Trump itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menjadi pimpinan delegasi Indonesia saat bernegosiasi mengakui kalau seluruh poin dalam berkas Joint Statement terkait Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (Agreement on Reciprocal Trade) antara Indonesia dan AS telah melalui proses kesepakatan bersama.

Pernyataan itu disampaikan Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, menanggapi dokumen resmi Joint Statement AS-RI yang dirilis Gedung Putih, Selasa (22/7), waktu setempat.

“Semua sudah disepakati kedua belah pihak,” sebagaimana diakui Airlangga.

Menanggapi isu bahwa Amerika Serikat meminta Indonesia mengubah regulasi ketenagakerjaan, Airlangga membantah adanya perubahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tumpukan sampah di Sungai Kalibaru Bogor

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Tumpukan sampah di Sungai K...
Ekonomi
BPOM temukan jutaan kosmeti...
Luar Negeri
Mendagri Pakistan Kinjungi ...
Ekonomi
Jasa Marga catatkan laba be...

Siswa belajar di tenda darurat

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Siswa belajar di tenda darurat
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.