Pemkab Manokwari Perkuat Literasi Budaya lewat Penulisan Cerita Rakyat
📅 Kamis, 24 Jul 2025, 15:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ANTARA/Ali Nur Ichsan
Manokwari -- Pemerintah Kabupaten Manokwari, Papua Barat, memperkuat literasi berbasis budaya dan kearifan lokal melalui penulisan cerita rakyat dan akan dikompilasi menjadi buku cerita bergambar.
Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manokwari Wiwik Hariawan, di Manokwari, Kamis, mengatakan sebagai langkah awal pihaknya menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Tahap I.
“Fokus utama bimtek ini adalah memperkenalkan teknik penulisan yang mengangkat kekayaan budaya lokal, khususnya cerita rakyat dan tradisi masyarakat Manokwari,” katanya di sela-sela bimtek.
Ia mengatakan, melalui bimtek tersebut pihaknya menyasar 60 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pustakawan, guru, mahasiswa, pelajar, penggiat literasi hingga masyarakat umum yang memiliki minat dalam dunia penulisan.
Bimtek tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan budaya lokal sekaligus membangun kesadaran literasi yang kuat di tengah masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Budaya lokal adalah warisan yang tak ternilai, yang mencerminkan identitas dan sejarah kita. Lewat tulisan, kita bisa menjaganya tetap hidup dan dikenal luas, baik secara lokal, nasional, maupun internasional,” ujarnya.
Menurut Wiwik, gerakan literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi media untuk merawat warisan leluhur.
Oleh karena itu, peserta dibimbing untuk menggali potensi budaya lokal seperti cerita rakyat, bahasa daerah, tradisi, hingga nilai-nilai adat yang dapat dituangkan dalam bentuk artikel, esai, maupun cerita bergambar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bimtek penulisan ini dirancang dalam empat tahap sebelum akhirnya dibuat menjadi buku cerita bergambar.
Tahap I berupa pelatihan dasar teknik penulisan dan penugasan menulis cerita rakyat, dilanjutkan Tahap II tentang telaah dan pendalaman naskah hasil penugasan selama satu bulan.
Selanjutnya, pihaknya melaksanakan evaluasi dan finalisasi naskah pada Tahap III, dan Tahap IV atau terakhir berupa proses penerbitan buku cerita bergambar.
Hasil dari bimtek ini akan dihimpun menjadi kompilasi cerita rakyat Manokwari dalam bentuk buku cerita bergambar.
Buku-buku tersebut nantinya akan dibagikan ke berbagai perpustakaan di Manokwari, termasuk perpustakaan SD dan SMP, pojok baca, dan pondok literasi di kampung-kampung.
“Saat ini kita belum memiliki buku cerita bergambar yang secara khusus mengangkat budaya dan cerita rakyat Manokwari. Kami ingin ini menjadi tonggak awal dokumentasi literasi berbasis budaya Papua Barat,” kata Wiwik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!