Kerja Sama Militer Indonesia-Tiongkok Jadi Contoh bagi Negara ASEAN
📅 Rabu, 23 Jul 2025, 11:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Biro Pers Kepresidenan
JAKARTA — Atase Pertahanan Tiongkok untuk Indonesia, Xu Sheng, menyatakan bahwa kerja sama militer antara Indonesia dan Tiongkok yang berkembang pesat kini menjadi contoh positif bagi hubungan militer Beijing dengan negara-negara ASEAN lainnya. Pernyataan itu disampaikan Xu dalam acara jamuan makan malam gala di Jakarta, Selasa (22/7/2025), dalam rangka memperingati HUT ke-98 Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok.
“Dalam beberapa tahun terakhir, di bawah arahan strategis kedua presiden kami, hubungan pertahanan [kami] semakin kuat, menjadi contoh kerja sama militer antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN lainnya, sekaligus berkontribusi pada keamanan dan stabilitas regional,” ujar Xu.
Tahun 2025 menjadi momentum penting karena menandai 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Tiongkok. Hubungan bilateral keduanya semakin erat setelah digelarnya pertemuan perdana diplomasi dan pertahanan tingkat menteri atau forum two-plus-two pada April lalu. Forum ini dianggap sebagai cerminan dari kedekatan hubungan kedua negara, khususnya dalam bidang pertahanan.
Xu menyebut bahwa hubungan pertahanan Indonesia-Tiongkok telah ditingkatkan ke tingkat yang lebih strategis sejak kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Beijing pada November 2024. Dalam pertemuan kenegaraan itu, Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Prabowo sepakat menambahkan sektor keamanan sebagai pilar kelima kerja sama bilateral, melengkapi kerja sama yang sebelumnya mencakup politik, ekonomi, maritim, dan hubungan antarmasyarakat.
Salah satu bentuk kerja sama pertahanan tersebut adalah latihan militer gabungan bertajuk Heping Garuda. Latihan ini mencakup berbagai skenario seperti pencarian dan deteksi, perawatan medis, serta evakuasi personel.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Interaksi tingkat tinggi antara militer kedua negara sering terjadi. Kami berhasil menyelenggarakan latihan gabungan Heping Garuda,” ungkap Xu dalam pidatonya.
Xu juga menekankan pentingnya kerja sama pertahanan dalam menghadapi tantangan kawasan yang semakin kompleks, meski tidak merinci bentuk ancaman yang dimaksud. Selain Indonesia, Tiongkok juga aktif menjalin kerja sama militer dengan negara-negara ASEAN lainnya, termasuk dalam bentuk latihan gabungan dan penjualan senjata.
Wakil Menteri Pertahanan Indonesia Donny Ermawan Taufanto, bulan lalu, mengakui bahwa Indonesia membuka peluang untuk membeli jet tempur J-10C buatan Tiongkok selama memenuhi spesifikasi teknis dan harga yang kompetitif. Sementara itu, menurut Lowy Institute, Thailand tercatat telah membeli senjata dari Tiongkok dalam jumlah yang lebih besar daripada Amerika Serikat dan menjadi negara Asia Tenggara pertama yang melakukan latihan militer bersama Beijing sejak 2005.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kamboja juga diketahui rutin menggelar latihan bersama militer Tiongkok. Namun, di balik intensifikasi kerja sama tersebut, masih membayangi isu ketegangan di Laut Cina Selatan yang melibatkan klaim teritorial Tiongkok dan beberapa negara anggota ASEAN. Meski demikian, Beijing dan ASEAN terus berupaya merumuskan kode etik untuk kawasan tersebut guna menghindari potensi konflik.
Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi baru-baru ini mengadakan pertemuan dengan para Menlu ASEAN di Kuala Lumpur untuk membahas percepatan penyusunan dokumen tersebut. Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menyampaikan bahwa kedua pihak menargetkan penyelesaian kode etik pada pertengahan tahun 2026.
Kerja sama militer Indonesia-Tiongkok yang terus meningkat dinilai tidak hanya memperkuat pertahanan kedua negara, tetapi juga dapat menjadi model interaksi positif antara kekuatan besar dan kawasan Asia Tenggara yang dinamis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!