Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Indramayu Sebut Budi Daya Rumput Laut sebagai Potensi Ekonomi

📅 Selasa, 22 Jul 2025, 21:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Indramayu Sebut Budi Daya Rumput Laut sebagai Potensi Ekonomi Doc: ANTARA
Ket. Pemkab Indramayu saat meninjau lokasi budi daya  rumput laut di Indramayu, Jawa Barat, Selasa (22/7/2025).

INDRAMAYU – Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menyebut budi daya rumput laut di wilayah pesisir utara daerah itu memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi baru masyarakat, seiring meningkatnya produksi dan permintaan pasar.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengatakan pengembangan rumput laut telah menjadi tumpuan ekonomi bagi pembudidaya tambak, terutama di Kecamatan Cantigi yang menjadi salah satu sentra budidaya komoditas tersebut.

"Rumput laut memiliki nilai ekonomi tinggi dan relatif mudah dibudidayakan. Sekali tebar bibit bisa panen berkali-kali dalam waktu singkat," kata Lucky dalam keterangannya di Indramayu, Selasa (22/7).

Ia menjelaskan, hingga 2024, luas lahan budi daya rumput laut di Kabupaten Indramayu telah mencapai 485 hektare, dengan total produksi mencapai 37.860,38 ton dalam setahun.

Menurut dia, sistem budi daya yang diterapkan juga dinilai efisien karena menggabungkan rumput laut dengan ikan bandeng dalam skema polikultur, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani tambak.

“Ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat pesisir,” ujarnya.

Lucky menuturkan pemerintah daerah saat ini terus mendorong penguatan rantai pasok, akses pasar, serta peningkatan sarana produksi agar hasil panen dapat dimaksimalkan dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi.

Namun, ia juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan seperti keterbatasan bibit unggul, sarana pengeringan, mesin pengepres, serta minimnya gudang penyimpanan dan infrastruktur pendukung lainnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, menyampaikan potensi rumput laut di Indramayu sangat besar untuk menjadi lokomotif ekonomi pesisir dan contoh pengembangan sektor kelautan secara nasional.

Rokhmin menilai pengelolaan rumput laut secara optimal tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan petani, tetapi juga bisa membuka lapangan kerja baru dan memperkuat industri hilir berbasis kelautan.

“Kami akan mendorong dukungan kebijakan dan anggaran dari pemerintah pusat agar pengembangan rumput laut di Indramayu bisa berkelanjutan dan naik kelas,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.