Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Berupaya Potong Kesenjangan Pendidikan dan Pasar Kerja

📅 Senin, 21 Jul 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Pemerintah Berupaya Potong Kesenjangan Pendidikan dan Pasar Kerja Doc: istimewa
Ket. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, baru-baru ini mengatakan, pemerintah tengah fokus pada upaya menghubungkan dan mencocokkan sektor pendidikan dengan pasar kerja dalam upaya menurunkan angka pengangguran nasional.

JAKARTA – Pemerintah terus berupaya keras memangkas kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Langkah strategis ini dinilai krusial untuk mengatasi masalah pengangguran dan memastikan lulusan pendidikan memiliki keterampilan yang relevan dengan tuntutan industri.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, baru-baru ini mengatakan, pemerintah tengah fokus pada upaya menghubungkan dan mencocokkan sektor pendidikan dengan pasar kerja dalam upaya menurunkan angka pengangguran nasional.

Dikutip dari Antara, hal ini ditegaskan Menteri dalam menanggapi laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan per Februari 2025, Indonesia memiliki 7,28 juta penduduk pengangguran, dengan 1,01 juta lulusan perguruan tinggi.

"Pemerintah tetap berkomitmen memperkuat program link and match yang menjembatani sektor pendidikan dan dunia usaha, meningkatkan sistem informasi pasar kerja, dan meningkatkan kapasitas tenaga kerja," ujarnya di Jakarta, Selasa (15/7).

Berbicara dalam Rapat Paripurna ke-24 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Sri Mulyani menegaskan bahwa meskipun pengangguran masih menjadi tantangan besar bagi bangsa, kebijakan fiskal telah terbukti efektif dalam menurunkan angka pengangguran terbuka menjadi 4,91 persen per Agustus tahun lalu.

Angka tersebut 0,41 poin persentase lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Hal ini menunjukkan bahwa jika APBN digunakan secara efektif, selektif, dan bijaksana, kita dapat menjaga Indonesia tetap berada di jalur yang tepat dan melindungi masyarakat yang berada dalam kelompok paling rentan," ujar Menteri kepada anggota DPR.

Data BPS menunjukkan bahwa per Februari 2025, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 153,05 juta jiwa, meningkat 3,67 juta jiwa dibandingkan Februari tahun lalu. Namun, karena penyerapan tenaga kerja yang belum optimal, jumlah pengangguran meningkat sebanyak 83.450 jiwa selama periode tersebut.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli juga menyoroti kesulitan yang dihadapi lulusan perguruan tinggi Indonesia dalam mendapatkan pekerjaan.

"Tren ini menjadi tantangan bagi kita. Inilah realitas yang kita hadapi," ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, 7 Juli.

Oleh karena itu, beliau menekankan perlunya kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan dan lembaga lain, terutama Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi, untuk menemukan solusi terbaik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.