Pangdam Cenderawasih Siagakan 2.875 Personel TNI untuk Amankan PSU di Papua
📅 Senin, 21 Jul 2025, 16:30 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
JAYAPURA - Kodam XVII Cendrawasih menyiagakan sebanyak 2.875 personel TNI untuk mengamankan pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) pemilihan kepada daerah (Pilkada) Papua.
“Personel TNI siap mengamankan pelaksanaan PSU Pilkada Papua yang tinggal tujuh belas hari atau dilaksanakan tanggal 6 Agustus mendatang,” kata Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI Rudi Puruwito di Jayapura, Senin (21/7).
Dia menyebutkan ribuan personel TNI itu disiagakan mulai Senin (21/7) setelah dilaksanakan gelar pasukan yang diikuti personel TNI AD, TNI AL dan TNI AU.
Menurut Pangdam, dengan kesiapsiagaan personel TNI dalam mengamankan PSU tersebut diharapkan kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan aman dan damai.
Rudi menjelaskan gelar pasukan dilaksanakan untuk mengecek kesiapsiagaan personel TNI yang terlibat dalam pengamanan PSU.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Seluruh personel diharapkan dapat menjalankan tugas sesuai prosedur dan standar operasional yang telah ditetapkan, seperti halnya apa yang harus diperbuat di TPS ataupun saat adanya emergency yang membutuhkan kehadiran TNI,” ujarnya.
Pangdam mengatakan prajurit TNI harus waspada dan siap menghadapi setiap kemungkinan yang dapat terjadi, apalagi Papua merupakan salah satu barometer stabilitas keamanan nasional.
“Laksanakan tugas pengamanan sebaik mungkin dengan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pangdam minta personel TNI berpegang teguh pada sikap netralitas dan dengan sinergitas profesionalisme dan dedikasi yang tinggi agar keamanan dan ketertiban di Papua tetap terjaga.
Pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua akan digelar pada 6 Agustus 2025.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melakukan deklarasi netralitas dan penandatangan pakta integritas aparatur sipil negara (ASN) menjelang pelaksanaan PSU sebagai bagian mewujudkan profesionalisme dalam bekerja.
“Menjalang PSU deklarasi netralitas penting dilakukan karena dengan ASN yang netral maka pelayanan publik tetap berjalan dengan adil,” kata Penjabat Gubernur Papua Agus Fatoni usai memimpin apel gabungan bertempat di halaman Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Papua, Senin.
Menurut Agus, kegiatan deklarasi tersebut menunjukkan komitmen ASN se-Provinsi Papua dalam menjaga netralitas dan profesionalisme dalam bekerja, khususnya menjelang pelaksanaan PSU.
“Dengan penandatanganan pakta integritas, saya mengingatkan agar para ASN menjaga netralitas dan integritas guna menjaga iklim kondusif serta menjalankan tugas sebagai abdi negara,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!