Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menko PMK Tekankan Pentingnya Akurasi Data dalam Atasi Stunting

📅 Senin, 21 Jul 2025, 20:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menko PMK Tekankan Pentingnya Akurasi Data dalam Atasi Stunting Doc: Antara
Ket. Penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kemenko PMK dan BPS terkait pemanfaatan data untuk penanganan stunting di Jakarta, Senin (21/7).

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengemukakan pentingnya data yang akurat untuk kebijakan penanganan stunting lebih presisi.

"Jadi, dengan data, kita tahu betul di mana masalahnya, apa sebabnya, dan kemudian intervensinya seperti apa. Indonesia terlalu besar, Indonesia terlalu beragam untuk diberlakukan kebijakan secara seragam. Oleh karena itu, akurasi data menjadi sangat penting," ujar dia di Jakarta, Senin (21/7). 

Untuk kebijakan penanganan stunting yang lebih presisi, Kemenko PMK menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Badan Pusat Statistik (BPS) di Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan intervensi stunting di setiap daerah tidak bisa disamakan karena kondisi demografis dan geografis masyarakat yang beragam, sehingga data menjadi elemen penting.

Perjanjian kerja sama antara Kemenko PMK dengan BPS tersebut strategis untuk integrasi data stunting.

Melalui data lintas sektor yang berkesinambungan, ia berharap, kebijakan yang disusun akan semakin tajam dan tepat sasaran.

"Kami di Kemenko PMK siap melakukan orkestrasi dengan perangkat kebijakan yang lebih akurat, yang kita sebut sebagai kebijakan presisi," katanya.

Sesmenko PMK Imam Machdi menyampaikan pentingnya penandatanganan PKS tersebut untuk memberikan dukungan satu data stunting demi kebijakan lebih presisi di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan.

Penandatanganan PKS tersebut mencakup tiga ruang lingkup utama, yakni integrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) BPS dengan data dari Kemenkes dan Kemendukbangga/BKKBN, menyusun indikator dan pemodelan di bidang stunting serta simulasi intervensi berbasis akal imitasi (AI), serta pengembangan dashboard orkestrasi sebagai alat bantu pembuatan kebijakan.

"Kita akan menyusun model dan indeks kerawanan stunting yang bisa kita identifikasi dengan baik. Kita sangat berharap ini bisa diwujudkan dalam waktu dekat," kata dia.

Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi menyampaikan komitmen BPS mendukung orkestrasi data nasional.

Ia menjelaskan saat ini DTSEN telah mencakup 285,8 juta individu dan 93 juta keluarga, dan telah mampu mengidentifikasi karakteristik penting dari keluarga berisiko stunting.

"Kita bisa mengetahui secara detail adanya risiko stunting akibat gizi sensitif. Kita punya data BPS itu kondisi rumah, mulai dari alas, lantai, dinding, dan kita bisa tahu kondisi sanitasinya, sehingga kita bisa tahu juga potensi stunting di keluarga tersebut," ujar dia.

Ia mengemukakan BPS siap mendukung pemanfaatan AI, sejalan dengan peran BPS sebagai regional hub data science di Asia Pasifik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.