Rekor MURI Pecah di Dompu, Puluhan Ribu Menari 'Ou Balumba': Heboh Sehari, Lalu Apa?
📅 Minggu, 20 Jul 2025, 20:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Ady Ardiansah
DOMPU - Atraksi budaya memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pariwisata. Budaya lokal yang unik dan otentik dapat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, memberikan pengalaman berbeda dan memperkaya kunjungan mereka.
Atraksi budaya juga membantu melestarikan warisan budaya dan tradisi suatu daerah, serta memberikan dampak ekonomi positif melalui pariwisata.
Puluhan ribu orang menari kolosal Ou Balumba dalam gelaran Festival Lakey 2025 di kawasan wisata Pantai Lakey, bagian selatan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), sehingga tercatat masuk rekor MURI.
Direktur Operasional Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) Yusuf Ngadri mengatakan keterlibatan 21.220 penari membuat Festival Lakey memecahkan rekor penari kolosal terbanyak secara nasional.
"Tari Ou Balumba kami nyatakan sebagai rekor dunia dengan peserta terbanyak dan terverifikasi sebanyak 21.220 penari," ujarnya, di Dompu, Minggu (20/7).
Sebaiknya Anda baca juga:
Tari Ou Balumba merupakan tarian memanggil ombak atau gelombang laut. Tarian ini melambangkan keberkahan hidup masyarakat pesisir yang mendapatkan limpahan nikmat dari datangnya gelombang yang membawa sinar kehidupan.
Yusuf mengungkapkan jumlah penari yang terlibat dalam Festival Lakey 2025 melampaui catatan 12.000 orang peserta pada tarian kolosal dan sedekah laut di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu Abdul Muis mengatakan keterlibatan penari dalam tarian kolosal Ou Balumba sangat besar, karena target awal hanya 15.000 penari.
Kerja sama tim yang solid dan dukungan penuh masyarakat membuat pelaksanaan tarian kolosal dalam Festival Lakey sukses digelar di Dompu.
"Catatan MURI ada sebanyak 21.220 orang. Padahal, jika dilihat jumlah penari yang berjejer di sepanjang Pantai Lakey itu diperkirakan lebih dari 30.000 orang," kata Abdul.
Berdasarkan pantauan, sebelum Tarian Ou Balumba berlangsung, terlebih dulu dilakukan doa bersama dipimpin langsung Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Dompu Mokhammad Nasuhi.
Selanjutnya, pemangku adat Kecamatan Hu’u Abdul Malik Yusuf memimpin prosesi adat, juga mengawalinya dengan doa.
Pada 2025, Festival Lakey mengusung tema Inspiring of Lakey yang berlangsung pada 12-20 Juli 2025. Gelaran itu menjadi agenda paling akbar dalam memperkenalkan destinasi wisata dan budaya di Kabupaten Dompu.
Rangkaian kegiatan terdiri dari lari santai, jelajah destinasi wisata, kemah budaya, pameran kerajinan, pentas budaya, kompetisi selancar, festival musik, hingga tarian kolosal Ou Balumba.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!