Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Transmigrasi Tak Lagi Konvensional, Kini Digarap Serius Lewat Riset

📅 Jumat, 18 Jul 2025, 14:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transmigrasi Tak Lagi Konvensional, Kini Digarap Serius Lewat Riset Doc: ANTARA/Maria Cicilia Galuh
Ket. Mentrans Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara saat meninjau pembangunan mess Patriot di Desa Kabuloan, Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (18/7/2025).

MAMUJU - Pemetaan potensi ekonomi di daerah transmigrasi sangat penting untuk keberhasilan program transmigrasi dan pembangunan daerah tersebut. 

Pemetaan ini memberikan informasi tentang sumber daya alam dan manusia yang ada, yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. 

Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan akan mengirim 105 peneliti yang terdiri dari 21 tim ke Sulawesi Barat (Sulbar) guna melakukan pemetaan potensi ekonomi yang paling cocok untuk kawasan transmigran di provinsi tersebut.

"Kami nanti bulan depan akan mengirim ke Sulawesi Barat ini 105 peneliti, terdiri dari 21 tim yang akan melakukan pemetaan potensi apa saya yang paling cocok dan bisa dieksplorasi," ujar Iftitah saat meninjau pembangunan Mes Patriot di Desa Kabuloan, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (18/7).

Iftitah mengatakan para peneliti tersebut merupakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan juga para guru besarnya.

Tugas peneliti tersebut, ujar dia, untuk mencari potensi ekonomi dari kawasan transmigrasi. Misalnya, di Desa Marano, Mamuju, dengan pemandangan alam yang indah, daerah tersebut bisa menjadi tempat wisata.

Menurut Iftitah, para peneliti akan melakukan kajian lebih dalam dan sangat memungkinkan untuk dikembangkan pembangunan rumah sakit dengan spesialisasi tertentu.

Lebih lanjut, ia mengatakan pembangunan kawasan transmigrasi saat ini bersifat komunitas. Dengan pengembangan tersebut, masyarakat transmigran dapat mencari sumber pekerjaan dan kehidupan.

"Jadi bukan lagi sekedar 'mindahin' orang terus dikasih tanah terserah tanahnya mau diapain, bukan bukan begitu lagi. Sekarang ini kalau misalkan tadi potensinya wisata wisata, kalau misalkan potensinya ada untuk rumah sakit, misalkan itu juga bisa, karena ada beberapa jenis penyakit yang butuh 'treatment' lama seperti kanker," katanya.

Kementerian Transmigrasi telah menyiapkan 2.000 sarjana yang terdiri dari S1, S2 dan S3 ke berbagai wilayah transmigrasi guna mengkaji potensi unggulan yang dapat dikembangkan menjadi komoditas ekspor berdaya saing global.

Iftitah mengatakan keterlibatan mahasiswa hingga guru besar merupakan bagian dari Program Transmigrasi Patriot untuk memastikan riset mendalam dan relevan dengan kebutuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Fokus utama program itu adalah mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui pengembangan komoditas unggulan di kawasan transmigrasi, yang diarahkan untuk menembus pasar ekspor luar negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.