Ribuan Toko Ritel Dibuka di Filipina, Pasar Lokal Malah Sepi Pembeli?
📅 Kamis, 17 Jul 2025, 16:55 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: ANTARA/ Maria Cicilia Galuh
JAKARTA – Ekspansi ke pasar luar negeri memungkinkan bisnis untuk menjangkau basis pelanggan yang lebih luas, meningkatkan penjualan, dan menghasilkan pendapatan tambahan. Dengan memiliki kehadiran di beberapa pasar, bisnis dapat mengurangi risiko yang terkait dengan fluktuasi ekonomi atau perubahan kondisi di satu negara tertentu.
Ekspansi global dapat meningkatkan pengakuan merek dan membangun reputasi yang lebih kuat di pasar internasional. Menjadi salah satu pemain pertama di pasar baru dapat memberikan keunggulan kompetitif dan membantu membangun posisi pasar yang kuat.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut Indonesia telah membuka 2.400 toko ritel di Filipina dan siap menyusul Bangladesh serta Malaysia.
Budi menjelaskan toko ritel yang berada di bawah naungan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) telah melebarkan sayap ke beberapa negara di Asia dan berdampak positif pada peningkatan ekspor produk-produk dalam negeri.
"Jadi itu bagian daripada ekspor jasa kita, nah otomatis kalau banyak toko, nanti rentetannya ya banyak produk kita yang dijual di sana. Mudah-mudahan, kemungkinan nanti bisa di Malaysia, Bangladesh dan sebagainya," ujar Budi ditemui dalam peluncuran Hari Ritel Nasional 2025 di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (17/7).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan berdirinya toko ritel di luar negeri, kata Budi, secara tidak langsung produk Indonesia terbantu secara promosi.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya mendorong ekspor barang, tetapi juga di sektor jasa.
"Kita itu tidak hanya ekspor barang, tetapi juga ekspor jasa. Jadi sebagian besar juga produknya impor dari kita. Memang kita mulai waktu itu dari Filipina dan kita sudah mulai masuk mulanya ke Filipina, bahkan kemarin dijajaki dengan Bangladesh dan Malaysia," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu Ketua Umum Aprindo Solihin mengatakan toko ritel yang berada di Filipina memiliki bentuk dan konsep yang sama persis dengan Indonesia.
Solihin menyebut 2.400 toko tersebut telah berlangsung selama 10 tahun dan terus bertumbuh. Sebagian besar produk yang dijual pada toko tersebut juga berasal dari Indonesia.
Saat ini Aprindo sedang mempersiapkan pembukaan toko ritel di Bangladesh.
"Kita nggak bisa langsung 100 persen di sana, kita buka di sana dengan mayoritas ada mitra dan kemitraan ini kan harus cocok, kalau nggak, susah kita ya. Ritel saat ini sudah sekian lama, kita sudah punya gerai 2.400, dalam waktu dekat yang kita sudah siapkan semua perangkatnya, Bangladesh," imbuh Solihin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!