Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Persijap Jepara Dunung Usulan PSSI Terkait Penggunaan Pemain Asing

📅 Kamis, 17 Jul 2025, 13:20 WIB | Oleh:
Persijap Jepara Dunung Usulan PSSI Terkait Penggunaan Pemain Asing Doc: ist
Ket. persijap jepara

JEPARA – Sepak bola Indonesia tapi yang bermain orang asing semua. Kira-kira begitu, ketika PT LIB membiarkan sepak bola nasional digerudug pemain asing. LIB menetapkan klub boleh memiliki 11 pemain asing. Dari jumlah itu, delapan boleh turun sekaligus dalam pertandingan.

Mau dikemanakan arah sepak bola nasional? Bahkan mestinya kalau bisa dikurangi sesedikit mungkin pemain asing. Alasan untuk menaikkan posisi di internasional tak terlalu masuk akal.Perilaku pemain asing banyak memberi contoh buruk, seperti pemain Arema Paulinho menghajar tanpa ampun Ole Romeny. Kini timnas kehilangan Ole karena cedera parah.

Untuk itu, klub promosi, Persijap Jepara, mendukung usulan penyesuaian pemain asing yang diajukan PSSI kepada operator Super League, I.League (dulu PT LIB).

PSSI menyurati I.League agar kuota pemain asing yang dimainkan bersamaan dalam satu pertandingan tujuh. Jumlah itu berkurang satu pemain dari yang disepakati I.League. PSSI juga tidak tegas. Harusnya cukup tiga seperti sebelumnya. Mengapa hanya mengurangi satu, tidak ada artinya.

“Kami sepakat bahwa kualitas pemain lokal dan pembinaan pemain muda U-23, harus menjadi prioritas dalam pengembangan sepak bola nasional," kata Presiden Persijap M Iqbal Hidayat, dalam keterangan resminya, Kamis.

"Maka dari itu, Persijap mendukung langkah federasi untuk mengatur keseimbangan ini, agar para pemain lokal dan pemain muda U23 mendapatkan waktu di setiap pertandingan dengan catatan waktu durasi minimal 45 menit, serta mendapatkan ruang dan kesempatan berkembang di tengah tingginya persaingan,” lanjutnya.

Persijap sendiri telah merekrut sembilan pemain asing untuk menghadapi musim kompetisi yang panjang. Menurut manajemen, kedalaman skuad menjadi aspek krusial, mengingat potensi cedera, akumulasi kartu, hingga kebutuhan evaluasi yang bisa terjadi selama musim berjalan.

Persijap berharap liga segera mengeluarkan keputusan final terkait aturan ini. Sistem yang diterapkan adalah skema 7+2, di mana klub dapat mendaftarkan dua pemain asing tambahan untuk duduk di bangku cadangan, sebagai bentuk antisipasi sekaligus memperkuat fleksibilitas tim.

Dengan kombinasi regulasi yang berpihak pada peningkatan kualitas kompetisi dan pembinaan pemain lokal, Persijap optimistis Liga Indonesia akan semakin kompetitif dan mampu bersaing di level Asia.

Sebelumnya, Douglas Cruz menjadi pemain asing pertama yang didatangkan Laskar Kalinyamat untuk mengarungi musim pertamanya di Liga 1 2025/2026. Sejauh ini, baru ada dua amunisi impor yang dimiliki Persijap.

Douglas Nonato Oliveira Cruz merupakan sosok bek yang punya performa mengesankan musim lalu. Ketika itu, pemain berusia 26 tahun ini memperkuat PSPS Pekanbaru pada ajang Pegadaian Liga 2.

Selama semusim, Douglas mencatatkan total 19 kali penampilan bersama PSPS. Dia menjadi aktor penting di jantung pertahanan hingga tim beralias Askar Bertuah itu nyaris promosi ke kasta tertinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.