Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kembangkan Urban Tourism untuk Menggerakkan Ekonomi

📅 Rabu, 15 Apr 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kembangkan Urban Tourism untuk Menggerakkan Ekonomi Doc: ANTARA/HO-DPR
Ket. Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief.

TANGERANG -Ekonomi warga bisa digerakkan dengan berbagai cara, seperti melalui urban tourism atau wisata kota. “Ini bisa dilakukan dengan kerja sama pemerintah pusat dan daerah,” tutur anggota Komisi VII DPR, Hendry Munief, di Tangerang, Selasa (14/4). Dia mendorong kolaborasi itu untuk mengembangkan konsep urban tourism tersebut. Sebab ini bisa jadi penggerak ekonomi dan pintu masuk sektor pariwisata lainnya.

Dalam kunjungan kerja di Kota Tangerang, Banten, Hendry menilai potensi wisata perkotaan di sejumlah daerah mulai berkembang, namun belum terintegrasi dan dikelola secara optimal. Saat ini, banyak kota besar dengan konsep urban tourism atau wisata perkotaan berkembang seperti di Kota Tangerang dan Pekanbaru, Riau.

Namun, dia melihat konsep ini belum terarah, terkolaborasi dan diseriusi. Hendry berharap, peluang tersebut dapa diseriusi. Misalnya, melalui kerja sama Kementerian Pariwisata dengan pemda-pemda untuk mengembangkan konsep wisata kota tersebut. Dia menilai penguatan konsep urban tourism perlu didukung perencanaan terpadu, termasuk peran pemerintah pusat dalam menyusun kebijakan dan mendorong sinergi antardaerah.

Menurutnya, salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah pengembangan konsep sister city untuk mempercepat transfer pengetahuan dan praktik terbaik antarkota.

“Kita bisa mengembangkan konsep sister city tersebut dengan kota-kota lain,” tuturnya. Dia mengusulkan agar Kota Tangerang dan Kota Pekanbaru sebagai sister city sehingga apa pun yang dimiliki Kota Tangerang dapat ditiru di Kota Pekanbaru, dan sebaliknya.

Hendry juga mencontohkan kota-kota di luar negeri yang dinilai berhasil mengembangkan urban tourism, seperti Incheon di Korea Selatan dan Sepang, Malaysia. Ia menyebut keberhasilan kota tersebut ditopang integrasi aksesibilitas, infrastruktur, dan daya tarik wisata yang terkelola dengan baik. Apalagi daerah-daerah tersebut dekat dengan bandara internasional.

Lebih jauh Hendry menyebut, indikator utama urban tourism meliputi keberadaan atraksi unik, aksesibilitas tinggi, dan kelengkapan amenitas. Amenitas tersebut antara lain hotel, restoran, serta keterlibatan komunitas lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Indonesia vs Singapura di G...

Ahmad Dilantik sebagai Ketua KNKT Masa Jabatan 2026-2030

18 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Ahmad Dilantik sebagai Ketu...
Luar Negeri
Indonesia Tandatangani Konv...

Karhutla Gunung Rinjani Capai 589 Hektare

21 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Karhutla Gunung Rinjani Cap...
Megapolitan
Warga Harus Diutamakan Mend...

Universitas New York dan Jakarta Kembangkan Pendidikan  

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Universitas New York dan Ja...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.