Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dispar NTT Dorong Pengembangan Ekraf Berbasis Potensi Lokal di Ende

📅 Rabu, 16 Jul 2025, 12:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dispar NTT Dorong Pengembangan Ekraf Berbasis Potensi Lokal di Ende Doc: ANTARA
Ket. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT mendukung pengembangan ekraf berbasis potensi lokal melalui bimtek di Kabupaten Ende.

KUPANG – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispar) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong pengembangan kapasitas pelaku ekonomi kreatif (ekraf) berbasis potensi lokal di tingkat Kabupaten Ende.  

Kepala Dispar NTT, Noldy Hosea Pellokila, dikonfirmasi dari Kupang, Rabu (16/7), mengatakan prospek ekraf NTT sangat potensial sehingga perlu pendampingan terstruktur bagi pelaku usaha dalam mengembangkan potensi lokal secara optimal.

“Untuk itu, kami melakukan bimtek kepada pelaku ekraf berbasis pengolahan kopi dan bumbu kering (hortikultura) yang merupakan potensi unggulan dari empat desa sasaran di Kabupaten Ende,” kata Kadis Noldy. 

Ia menyebutkan untuk pengolahan kopi melibatkan peserta dari Desa Wologai Tengah dan Desa Golulada di Kecamatan Detusoko. Sementara bumbu kering dari Desa Koanara dan Desa Waturaka di Kecamatan Kelimutu.  

Para peserta bimtek, kata dia, mendapat peningkatan pengetahuan dan pendampingan pengolahan dari pasca panen hingga produk jadi maupun setengah jadi, di bawah bimbingan para instruktur.

“Kami juga berupaya menumbuhkan kesadaran dan orientasi kewirausahaan yang kuat bagi para peserta,” katanya. 

Bimtek pengembangan nilai dan pengemasan produk lokal ini berlangsung di Desa Koanara Kabupaten Ende, pada 14–16 Juli 2025 dengan melibatkan 40 peserta dari empat desa sasaran tersebut. 

“Sebanyak 62 persen peserta adalah perempuan, ini sejalan dengan dasacita pemerintah provinsi untuk menjadikan kaum perempuan dan milenial sebagai penggerak ekonomi lokal,” katanya. 

Ia menekankan pentingnya peran serta lintas sektor dalam pengembangan bimtek ekraf seperti ini baik dari pemda, koperasi, perbankan, dan stakeholder terkait. 

Ia menilai dengan terjalinnya sinergi dari setiap sektor akan menjadi satu kekuatan kolaboratif dalam pengembangan ekraf secara lebih matang ke depannya.

Adapun kegiatan di Kabupaten Ende ini merupakan yang kedua dari sembilan serial bimtek ekraf 2025, setelah sebelumnya pada bimtek pertama di Lelogama, Kabupaten Kupang pada Mei lalu. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.