Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peringati Hari Catur Sedunia, Ibas: Catur Bukan Sekadar Permainan atau Olah Raga, tapi Bagian dari Kebudayaan

📅 Selasa, 15 Jul 2025, 17:50 WIB | Oleh:
Peringati Hari Catur Sedunia, Ibas: Catur Bukan Sekadar Permainan atau Olah Raga, tapi Bagian dari Kebudayaan Doc: istimewa
Ket. Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono dalam Audiensi Catur Indonesia Mendunia: Setiap Langkah Menentukan Arah bersama para atlet catur Tanah Air di Gedung DPR/MPR RI, kemarin.

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan bahwa catur bukan sekadar permainan atau olah raga, melainkan cerminan karakter sebuah bangsa yang mengajarkan kesabaran, disiplin, sportivitas, dan strategi untuk kemajuan Indonesia.

Dia menyoroti pentingnya ekosistem pembinaan yang berkelanjutan, kolaborasi antar generasi, serta diplomasi budaya melalui catur, sebagai warisan intelektual dan alat pemersatu lintas usia.

Hal tersebut disampaikan Edhie Baskoro yang juga Ketua FPD DPR RI dalam Audiensi Catur Indonesia Mendunia: Setiap Langkah Menentukan Arah bersama para atlet catur Tanah Air di Gedung DPR/MPR RI, kemarin.

Wakil Rakyat dari Partai Demokrat ini mengajak seluruh hadirin untuk tidak sekadar merayakan Hari Catur Sedunia, tetapi juga menyelami nilai-nilai yang terkandung dalam setiap langkah permainan catur.“Hari ini, kita tidak sekadar memperingati Hari Catur Sedunia, 20 Juli 2025. Kita sedang menyelami makna terdalam dari sebuah langkah. Satu bidak yang maju dalam diam bisa mengubah nasib seluruh permainan.”

Edhie Baskoro kemudian mengenang sebuah kutipan yang telah menginspirasinya sejak kecil. “Teringat kutipan dari legenda catur ketika saya masih kecil, Garry Kasparov yang mengatakan ‘Catur adalah perang tanpa darah dan diplomasi tanpa kata-kata.”

Wakil Rakyat dari Dapil Jatim VII ini pun menjelaskan bahwa catur bukan hanya olahraga otak, tetapi juga cerminan dari karakter bangsa. “Di atas 64 petak, kita belajar kesabaran, disiplin, sportivitas, dan strategi yang lahir dari ketenangan,” ujarnya.

Ibas juga mengutip falsafah seorang pecatur bijak, “Pemenang bukan yang bergerak cepat, tapi yang tahu kapan harus diam.”

Dalam konteks perkembangan zaman yang serba cepat, Ibas menekankan pentingnya keberadaan sosok-sosok pemikir dan perencana. “Hari ini, di tengah gemuruh dunia digital, di tengah gaduh politik dan kecepatan zaman, kita butuh lebih banyak pemikir, bukan penggiring. Lebih banyak perencana, bukan hanya komentator. Dan itulah… para pecatur sejati,” tegasnya penuh semangat yang langsung dihadiahi tepuk tangan peserta.

Lebih jauh, EBY menolak anggapan bahwa catur hanyalah olahraga semata. “Apakah catur hanya permainan? Apakah catur hanya olahraga? Saya pikir tidak. Catur juga adalah bagian dari kebudayaan,” ucapnya.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini menjelaskan bahwa di sekolah, catur bisa membangun logika; di kampung, catur bisa menyatukan warga; di komunitas, catur menjadi ruang toleransi; dan di arena dunia, catur bisa menjadi alat diplomasi.

Dalam pidatonya, Edhie Baskoro juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam hal strategi. “Indonesia punya sejarah panjang dalam strategi. Dalam pertempuran Diponegoro, dalam diplomasi Bung Karno, dan dalam perjuangan para ulama dan pejuang dari Sabang sampai Merauke.

Wakil Rakyat dari Demokrat ini lalu menitipkan harapan kepada para Grandmaster dan pecatur nasional Indonesia untuk menjadi penjaga akal sehat bangsa. “Semua lahir dari langkah catur kehidupan. Dan hari ini, para Grandmaster Indonesia, kita titipkan pada kalian: jadilah penjaga akal sehat bangsa.”

“Kepada para pecatur muda, langkah kalian belum tentu panjang, tapi bisa sangat menentukan.” Ia mengutip satu kalimat motivatif yang bermakna dalam “Tidak ada pion yang ditakdirkan untuk jadi pion selamanya.”

Namun demikian, Ibas juga menyadari bahwa potensi tidak akan berkembang tanpa dukungan sistem yang baik. “Indonesia tak kekurangan talenta. Yang kita butuhkan adalah ekosistem. Yang kita perlukan adalah kesempatan. Dan yang paling mahal adalah pembinaan dan konsistensi.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.