Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NASA Batalkan Rencana Publikasi Laporan Perubahan Iklim

📅 Selasa, 15 Jul 2025, 20:34 WIB | Oleh:
NASA Batalkan Rencana Publikasi Laporan Perubahan Iklim Doc: Daily Sabah
Ket. Ilustrasi kekeringan.

LOS ANGELES - NASA membatalkan rencana publikasi Penilaian Iklim Nasional Amerika di situs webnya, menurut pemberitaan media setempat pada Selasa (15/7). Laporan-laporan penilaian iklim tersebut, yang sebenarnya diwajibkan secara hukum, memberikan uraian penilaian yang telah divalidasi secara ilmiah mengenai risiko iklim di seluruh Amerika Serikat (AS) kepada publik.

Awal bulan ini, pemerintahan Trump menghapus halaman web globalchange.gov, yang menyediakan laporan-laporan tersebut dan telah dipublikasikan secara rutin sejak tahun 2000, demikian dilansir The New York Times. Pada saat itu, Gedung Putih mengatakan bahwa NASA akan bertanggung jawab atas publikasi laporan-laporan itu dalam rangka mematuhi undang-undang tahun 1990 yang mewajibkan hal tersebut.

Namun, NASA pada Senin (14/7) mengungkapkan bahwa mereka tidak akan memublikasikan laporan tersebut, mengingat mereka tidak memiliki kewajiban hukum untuk memublikasikan data globalchange.gov, demikian laporan Associated Press (AP).

Langkah ini menuai kritik tajam dari para ilmuwan dan mantan pejabat. "Dokumen ini ditulis untuk rakyat Amerika, dibiayai oleh para pembayar pajak, dan berisi informasi penting yang kita perlukan untuk menjaga diri kita tetap aman di tengah perubahan iklim yang terus berlanjut," ujar Katharine Hayhoe, ilmuwan iklim di Texas Tech University sekaligus salah satu penulis kajian sebelumnya.

John Holdren, penasihat sains untuk pemerintahan Obama yang juga seorang ilmuwan iklim, menuduh pemerintahan Trump telah melakukan kebohongan dan penyensoran yang disengaja.

"Mereka tidak ingin publik melihat informasi yang telah dikumpulkan dengan cermat dan divalidasi secara ilmiah tentang bagaimana perubahan iklim telah berdampak pada pertanian, hutan, dan perikanan kita dan tentang bagaimana semua kerusakan tersebut akan terus bertambah jika tidak ada langkah perbaikan yang dilakukan secara bersama-sama," kata Holdren kepada AP.

Versi arsip dari penilaian iklim sebelumnya terus disimpan di perpustakaan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional. Laporan terbaru, yang dikeluarkan pada 2023, menemukan bahwa perubahan iklim telah memengaruhi keamanan, kesehatan, dan mata pencaharian masyarakat di seluruh penjuru AS dalam berbagai cara, dengan komunitas minoritas, terutama penduduk asli Amerika, sering kali menjadi kelompok masyarakat yang harus menanggung risiko terbesar, papar laporan tersebut. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.