Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Selamat dari Resesi Berkat Pertumbuhan Manufaktur, Singapura Waspadai Pemulihan yang Tersendat

📅 Senin, 14 Jul 2025, 16:34 WIB | Oleh:
Selamat dari Resesi Berkat Pertumbuhan Manufaktur, Singapura Waspadai Pemulihan yang Tersendat Doc: Istimewa
Ket. Hotel Marina Bay Sands dan kubah Garden by the Bay di Singapura. Pertumbuhan PDB dipimpin oleh sektor manufaktur yang tumbuh 5,5 persen tahun demi tahun.

SINGAPURA -  Perekonomian Singapura baru-baru ini dilaporkan tumbuh sebesar 1,4 persen pada kuartal kedua tahun 2025, terhindar dari resesi teknis setelah verhasil membalikkan kontraksi 0,5 persen yang tercatat dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Menurut laporan CNBC (Consumer News and Business Channel), secara tahunan (year-on-year), perekonomian negara ini tumbuh 4,3 persen pada kuartal kedua tahun 2025, meningkat dari 4,1 persen pada tiga bulan pertama dan melampaui ekspektasi. Jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom memperkirakan pertumbuhan sebesar 3,5 persen.

Resesi teknis umumnya didefinisikan sebagai dua penurunan PDB suatu negara secara berturut-turut dari kuartal ke kuartal. Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan pertumbuhan 0,6 persen dari kuartal ke kuartal.

Pertumbuhan PDB dipimpin oleh sektor manufaktur, yang tumbuh 5,5 persen tahun ke tahun, naik dari 4,4 persen pada kuartal pertama tahun 2025. Sektor ini menyumbang sekitar 17 persen dari perekonomian negara.

Song Seng Wun, penasihat ekonomi di CGS International, menghubungkan pembalikan pertumbuhan PDB dengan penangguhan “tarif timbal balik” hingga 1 Agustus, yang diumumkan pada awal April.

Ketika para pelaku bisnis mempercepat pesanan mereka pada kuartal pertama untuk mengantisipasi tarif “Hari Pembebasan”, Song mengatakan kepada CNBC, mereka mungkin memilih untuk menambah ekspor lebih banyak lagi, “untuk berjaga-jaga jika [jeda] tarif tidak diperpanjang.”

Shivaan Tandon, ekonom pasar di Capital Economics, menyampaikan pengamatan serupa tentang Singapura yang diuntungkan oleh front-loading. Namun, ia memperkirakan dorongan ini akan memudar, dan “sektor jasa berorientasi ekspor Singapura akan menurun dan aktivitas manufaktur akan terus melemah.”

Selain peningkatan ekspor, perekonomian Singapura juga diuntungkan oleh meredanya perang tarif Amerika Serikat-Tiongkok, penurunan suku bunga, dan lonjakan konstruksi, kata Chua Hak Bin, ekonom di Maybank Investment Banking Group.

Sektor konstruksi tumbuh 4,4 persen pada kuartal kedua, pembalikan dari kontraksi 1,8 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Ketidakpastian masih ada di depan
Meskipun PDB Singapura melampaui target, Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura menyatakan dalam rilisnya bahwa “masih terdapat ketidakpastian dan risiko penurunan yang signifikan dalam perekonomian global pada paruh kedua tahun 2025 mengingat kurangnya kejelasan atas kebijakan tarif AS.”

Pada bulan April lalu, MTI telah menurunkan proyeksi pertumbuhan PDB negara tersebut menjadi 0 persen-2 persen untuk tahun 2025, dari proyeksi sebelumnya sebesar 1 persen-3 persen. Singapura mencatat angka pertumbuhan PDB tahunan sebesar 4,4 persen pada tahun 2024.

Berbeda dengan negara-negara lain di Asia Tenggara yang telah terkena “surat tarif”, Singapura belum menerima “surat” tersebut dari Presiden AS Donald Trump.

Namun, Singapura masih menghadapi tarif dasar 10 persen dari AS, meskipun mengalami defisit perdagangan dengan AS dan telah memiliki perjanjian perdagangan bebas sejak 2004.

Song dari CGS mengatakan bahwa tingkat pertumbuhan PDB terbaru Singapura, bersama dengan tanda-tanda menggembirakan lainnya dalam perekonomian, menunjukkan “beberapa kejutan positif terhadap perkiraan MTI terbaru sebesar 0 persen-2 persen.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Nasional
KADIN Ungkap Teknologi Buka...

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

41 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Ekonomi
Pos Indonesia Disebut Gagal...
Nasional
Pemerintah Perketat Langkah...
Nasional
Menekraf Ingin Tenun jadi K...
Olahraga
Xavi Hernandez Resmi Jadi P...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.