Russia Salahkan Sanksi atas Kegagalan Kesepakatan Pangan dengan PBB
📅 Senin, 14 Jul 2025, 02:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Sergei SUPINSKY
MOSKOW - Russia pada Sabtu (12/7) mengatakan bahwa perjanjiannya dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memfasilitasi ekspor makanan dan pupuk Russia telah gagal karena sanksi Barat atas serangan Moskwa di Ukraina.
Sehari sebelumnya, PBB mengatakan perjanjian tiga tahun yang ditandatangani pada tahun 2022 dalam upaya untuk mengendalikan harga pangan global, akan berakhir pada 22 Juli.
Sebuah sumber yang dekat dengan diskusi tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada AFP bahwa kesepakatan itu tidak akan diperbarui karena adanya ketidaksepakatan.
PBB menandatangani perjanjian dengan Russia pada 22 Juli 2022, dengan tujuan memfasilitasi ekspor makanan dan pupuk Russia, meskipun ada sanksi Barat terhadap Moskwa.
Kementerian luar negeri Russia mengatakan pada Sabtu bahwa perpanjangan kesepakatan sulit untuk diperkirakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mengingat tindakan destruktif negara-negara Barat untuk meningkatkan sanksi sepihak yang ilegal terhadap Russia, tidak satu pun tujuan (perjanjian) yang berhasil dicapai," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.
Sanksi ekonomi yang dijatuhkan pada Russia tidak memberatkan perusahaan pupuk dan biji-bijian, tetapi ketakutan akan pelanggaran hukum telah melumpuhkan perusahaan angkutan dan menyebabkan premi asuransi melonjak tinggi.
Setelah diskusi intensif, Russia dan PBB menetapkan kerangka kerja untuk memfasilitasi transaksi asuransi dan keuangan yang kompatibel dengan sistem sanksi AS, Inggris, dan Uni Eropa. Namun Russia, produsen pupuk terbesar di dunia, telah berulang kali mengeluh bahwa perjanjian itu tidak banyak melindunginya dari efek sanksi sekunder.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kementerian Luar Negeri Russia pun mengatakan pada Sabtu bahwa pembicaraan antara kedua pihak dapat dilanjutkan demi keamanan pangan global.
Perjanjian kedua juga ditandatangani di bawah naungan PBB pada 22 Juli 2022, yang bertujuan untuk mengizinkan ekspor sereal Ukraina yang diblokir oleh perang Russia di negara tersebut.
Kesepakatan itu dipandang lebih berhasil, tetapi Moskwa, yang marah atas hambatan yang terus berlanjut terhadap perdagangan produk pertanian Russia, menolak untuk memperpanjangnya setelah berakhir pada Juli 2023. SB/AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!