Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kerentanan Institusional Hambat Pencapaian Tujuan Nasional

📅 Senin, 14 Jul 2025, 02:05 WIB | Oleh:
Kerentanan Institusional Hambat Pencapaian Tujuan Nasional Doc: istimewa
Ket. Ahmad Muzani Ketua MPR RI - Kalau lembaga negara berjalan sendiri- sendiri dan tidak saling mendukung maka akan muncul kerentanan institusional. Program pemerintah harus mendapat dukungan dari lembaga negara, dan sebaliknya.

JAKARTA - Ketua MPR RI, Ahmad Muzani mengingatkan soal sinergi antara lembaga negara dan program pemerintah, karena lembaga negara yang jalan sendiri-sendiri justru tidak mempercepat pencapaian tujuan nasional yang menjadi program bangsa Indonesia.

“Kalau lembaga negara berjalan sendiri-sendiri dan tidak saling mendukung maka akan muncul kerentanan institusional. Program pemerintah harus mendapat dukungan dari lembaga negara, dan sebaliknya,” kata Muzani dalam sambutannya saat menutup Media Gathering MPR RI 2025 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pekan lalu.

Dia pun menyerukan pentingnya sinergi antarlembaga negara dalam menghadapi tantangan kebangsaan ke depan, terutama menjelang satu abad kemerdekaan Indonesia pada 2045.

Dalam pidatonya tersebut, Muzani juga menyinggung perlunya evaluasi terhadap konstitusi Indonesia.

“Ketika Indonesia genap berusia 100 tahun pada 2045, pertanyaannya adalah: apakah konstitusi kita saat ini masih relevan? Kita perlu mulai memikirkan konstitusi modern yang bisa menjawab tantangan zaman,” tuturnya.

Jadi Peringatan

Menanggapi soal pentingnya sinergi antarlembaga Pemerintahan, pengamat politik dan Wakil Rektor Tiga, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, mengatakan, pernyataan ketua MPR tersebut patut disimak karena pemerintah sebagai pengemban amanat pembangunan memang harus fokus dan seirama dalam menjalankan tugas untuk mencapai target-target yang ditetapkan.

“Apa yang disampaikan Pak Ahmad Muzani layak untuk dijadikan atensi. Ini perlu perhatian sekaligus warning bagi penyelenggara negara. Negeri ini butuh gerak langkah seirama yang sefrekuensi untuk menjaga fokus dan kesinambungan. Jangan sampai satu jalan ke kenan satu jalan ke kiri yang saling meniadakan dan melemahkan,” kata Surokim.

Sinergi sefrekuensi akan memudahkan implementasi dan akselerasi program. Apalagi tantangan baik nasional, regional maupun global juga berlangsung cepat atau yang selama ini dikenal sebagai VUCA (Volatility atau Volatilitas, Uncertainty atau Ketidakpastian, Complexity atau kompleksitas, dan Ambiguity atau ambiguitas).

Dengan Kekuatan gerak langkah itu, diharapkan akan menjadi modal sosial dan simbolik yang kuat menghadapi era pancaroba politik dan zaman seperti yang terlihat saat ini.

Dalam kesempatan itu, Muzani juga menyampaikan pula apresiasi terhadap kinerja media parlemen, khususnya Koordinator Wartawan Parlemen (KWP).

Dia menyebut hubungan yang terbangun selama ini bukan hanya formal belaka, melainkan strategis dan penuh kepercayaan.

“Pemberitaan media tentang MPR selama ini sangat membantu membangun citra positif lembaga, dan kami berterima kasih atas itu,” kata Muzani seperti dikutip dari Antara.

“Kami terbuka untuk terus memperbaiki komunikasi dan hubungan yang lebih baik ke depan,” kata Muzani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti

Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.