Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KEK Sei Mangkei Terkendala Pasokan Gas

📅 Senin, 14 Jul 2025, 12:22 WIB | Oleh: Tim Redaksi
KEK Sei Mangkei Terkendala Pasokan Gas Doc: istimewa
Ket. Komisi VII DPR tegaskan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei masih terkendala pasokan energi khususnya gas bumi

JAKARTA-Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei Bane Raja Manalu, menegaskan bahwa persoalan energi, khususnya gas, masih menjadi hambatan utama bagi investor di KEK Sei Mangkei, Sumatera Utara itu.

“Gas menjadi persoalan mendasar yang menghambat investor untuk datang dan berkembang di KEK Sei Mangkei. Pemerintah pusat dan daerah harus segera mengambil langkah konkret agar investor tetap mau masuk dan berinvestasi di sini,” tegas Bane usai menggelar pertemuan dengan Perwakilan Kementerian Industri, Direksi KEK Sei Mangkei, Direksi PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) di KEK Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara jelang akhir pekan lalu.

Dikutip dari laman resmi DPR RI, Politisi Partai PDIP ini juga menekankan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur pipa gas, mengingat KEK Sei Mangkei sebagai KEK pertama di Indonesia belum memiliki jaringan pipa gas yang mendukung operasional industri secara optimal.

"Kita dorong pemerintah melalui kementerian terkait untuk segera membangun jaringan pipa gas di KEK Sei Mangkei agar para investor bisa mendapatkan harga gas yang lebih kompetitif sehingga bisa mengurangi biaya operasional," imbuh Legislator asal Dapil Sumatera Utara III ini.

Aspek Ketenagakerjaan

Selain itu, aspek ketenagakerjaan pun tak luput menjadi sorotan, Bane Raja Manalu mempertanyakan data konkret terkait jumlah warga lokal yang telah bekerja di kawasan KEK Sei Mangkei ini serta peta jalan keterampilan tenaga kerja lokal agar sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kami ingin memastikan pembangunan KEK membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Gap keterampilan yang ada harus segera dijembatani agar warga lokal dapat bekerja sesuai dengan kebutuhan industri tenant di kawasan ini,” tandasnya.

Sementara itu Direktur KEK Sei Mangkei, Arif Budiman menjelaskan bahwa menurut catatan dari dinas ketenagakerjaan dan juga data dari internal KEK sudah menyerap tenaga kerja 6.166 orang dimana 52,7 persen merupakan tenaga kerja lokal.

"Hasil inventarisasi internal kami memang kebanyakan tenaga kerja lokal berasal dari Kabupaten Batubara, Kabupaten Simalungun dan sekitarnya. Kita juga akan melakukan kerja sama dengan dinas pendidikan setempat agar para lulusan SMK bisa diserap oleh KEK Sei Mangkei," terang Arif. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.