Jakarta Fair 2025 Ditutup, Raup Transaksi Rp7,3 Triliun dan Disambut Enam Juta Pengunjung
📅 Senin, 14 Jul 2025, 14:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Istimewa
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara resmi menutup gelaran Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2025 yang berlangsung sejak 19 Juni di Arena JIEXPO, Kemayoran. Dalam acara penutupan pada Minggu (13/7), ia menyampaikan kebanggaannya atas capaian luar biasa tahun ini: total nilai transaksi sebesar Rp7,3 triliun dan jumlah pengunjung mendekati enam juta orang.
“Luar biasa, pengunjung hampir mencapai enam juta orang, dan total nilai transaksi menembus Rp7,3 triliun. Ini membuktikan bahwa secara ekonomi, Jakarta dalam kondisi baik-baik saja. Mudah-mudahan JFK tahun depan akan lebih besar,” kata Wagub Rano dalam sambutannya.
Wagub juga mengapresiasi PT Jakarta International Expo (JIEXPO) sebagai penyelenggara, seluruh sponsor, mitra, panitia, serta masyarakat yang antusias menyambut event tahunan ini. Ia menegaskan bahwa Jakarta Fair bukan sekadar pameran dan hiburan, tetapi simbol kekuatan ekonomi Ibu Kota dan kontribusi nyata pelaku usaha, termasuk UMKM, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Jakarta Fair 2025. Tahun depan, JFK akan kembali digelar selama satu bulan penuh,” tambahnya.
Jakarta Fair 2025 melibatkan lebih dari 1.500 stan yang menampilkan berbagai sektor industri, produk unggulan daerah, serta ratusan UMKM dari berbagai provinsi di Indonesia. Kehadiran mereka memperkuat posisi Jakarta sebagai episentrum ekonomi nasional sekaligus destinasi belanja dan hiburan bertaraf internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski sukses, Pemprov DKI Jakarta tetap akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan, terutama terkait harga tiket yang banyak dikeluhkan warga, khususnya pada akhir pekan.
“Kami menerima berbagai masukan mengenai harga tiket yang dinilai tinggi. Ini akan kami evaluasi demi peningkatan aksesibilitas tahun depan,” ungkap Wagub Rano.
Ia menegaskan komitmen Pemprov untuk menjadikan Jakarta Fair tidak hanya sebagai ajang komersial, tetapi juga ruang kolaboratif dalam pemberdayaan UMKM, promosi budaya lokal, serta peningkatan daya saing Jakarta sebagai kota global yang tangguh, inovatif, dan inklusif.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Mari kita terus jadikan Jakarta Fair sebagai ruang bertumbuh yang selaras dengan semangat menjadikan Jakarta sebagai kota global yang tangguh secara ekonomi, unggul dalam inovasi, dan kaya dalam keberagaman budaya,” pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!