Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kuba di Ujung Tanduk, Trump Beri Peringatan Keras: 'Mereka Harus Capai Kesepakatan'

📅 Selasa, 17 Feb 2026, 17:05 WIB | Oleh:
Kuba di Ujung Tanduk, Trump Beri Peringatan Keras: 'Mereka Harus Capai Kesepakatan' Doc: ANTARA/Xinhua/Joaquin Hernandez
Ket. Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel (kedua kanan, depan) menghadiri sebuah acara yang mengecam agresi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela di Havana, ibu kota Kuba, Sabtu (3/1).

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa pemerintahannya tengah menjalin komunikasi intensif dengan Kuba di tengah pengetatan blokade ekonomi terhadap negara kepulauan tersebut.

Dalam pernyataannya saat menuju Washington, Senin (16/2/2026), Trump menyebut Menteri Luar Negeri Marco Rubio memimpin langsung pembicaraan tersebut. Meski melabeli Kuba sebagai "negara gagal", Trump memberikan sinyal kuat bahwa kesepakatan harus segera dicapai guna mengakhiri krisis energi dan ekonomi yang kian menjerat Havana.

“Kami sedang berbicara dengan Kuba sekarang,” kata Trump kepada wartawan dalam perjalanan menuju Washington. 

Trump menyebut Menteri Luar Negeri Marco Rubio memimpin pembicaraan tersebut. “Mereka benar-benar harus mencapai kesepakatan,” tambahnya.

Trump menyebut Kuba sebagai “negara yang gagal.”

“Kita lihat saja bagaimana hasilnya nanti. Namun Kuba dan kami sedang berbicara. Sementara itu, ada embargo, tidak ada minyak, tidak ada uang,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah ia akan mempertimbangkan operasi militer seperti yang dilakukan di Venezuela, Trump mengatakan tidak ingin menjawab pertanyaan tersebut.

“Mengapa saya harus menjawab itu? Jika saya melakukannya, itu bukan operasi yang terlalu sulit, seperti yang bisa Anda bayangkan, tetapi saya rasa itu tidak akan diperlukan,” katanya.

AS telah kembali memberlakukan blokade terhadap Kuba dan menyatakan niatnya untuk menggulingkan pemerintahan komunis negara tersebut dengan berbagai cara.

Washington juga memberlakukan embargo terhadap pengiriman bahan bakar ke negara kepulauan itu, yang sebelumnya telah menghadapi kekurangan pasokan yang parah.

AS sebelumnya berhasil menghentikan pasokan minyak ke Kuba dari Meksiko dan Venezuela, dan dalam kasus terakhir, pasukan AS menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Washington juga mengumumkan niatnya untuk memberlakukan bea masuk impor yang setara terhadap barang-barang dari negara yang memasok bahan bakar ke Kuba.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Denza Luncurkan Supercar Listrik Denza Z

21 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Otomotif
Denza Luncurkan Supercar Li...

Kemenperin Dukung Pelestarian Batik Asli Indonesia

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dukung Pelestari...
Rona
D'Masiv Rilis Single Berbah...

BPOM Tetap Awasi Program MBG

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BPOM Tetap Awasi Program MBG
Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.