Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Aceh Berpotensi Dguyur Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

📅 Senin, 14 Jul 2025, 18:47 WIB | Oleh:
BMKG: Aceh Berpotensi Dguyur Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Doc: ANTARA/Rahmat Fajri
Ket. Becak melawati genangan air di depan Masjid Raya Baiturrahman saat hujan deras mengguyur wilayah Kota Banda Aceh, Senin (14/7).

BANDA ACEH - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh memprakirakan sejumlah wilayah di Aceh masih berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir hingga angin kencang hingga dua hari ke depan (15-16 Juli 2025).

"Sejumlah wilayah masih berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang," kata Prakirawan BMKG Aceh Dedi Ardana, di Banda Aceh, Senin (14/7).

Dedi menyampaikan saat ini terpantau aktifnya gelombang kelvin daerah belokan angin dan konvergensi, serta kondisi suhu muka laut yang hangat di perairan Aceh dapat meningkatkan potensi penguapan (penambahan massa uap air).

"Beberapa kondisi tersebut dan juga disebabkan oleh faktor lokal yang berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah provinsi Aceh," ujarnya.

Berdasarkan peringatan dini cuaca Aceh, hari ini hujan mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Banda Aceh, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Pidie, Simeulue, Subulussalam, Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Aceh Utara.

Selanjutnya, Selasa (15/7), mengguyur Kabupaten Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Pidie, Simeulue, Subulussalam.

"Lalu, pada Rabu (16/7), hujan melanda Kabupaten Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Timur, dan Kabupaten Gayo Lues," katanya.

Dalam kesempatan ini, Dedi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan lainnya akibat hujan lebat terus menerus maupun dengan durasi lama.

"Jika melihat awan tebal hitam dan hujan mulai rintik-rintik di daerah pegunungan, masyarakat disarankan untuk meninggalkan daerah lerengan serta wilayah aliran sungai," kata Dedi Ardana. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mau Meliput Krakatau, 5 Wartawan “Hilang” Sudah Ditemukan, Mampir di Pulau yang Susah Sinyal
    Syukurlah ....
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
Ekonomi
Panen raya bawang merah di ...

Semburan asap di Pasar Baru

3 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Semburan asap di Pasar Baru
Megapolitan
Antisipasi dampak abu vulka...
Advertisement
Basarnas Cari Lima Wartawan yang Hilang Kontak saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Basarnas Cari Lima Wartawan yang Hilang Kontak saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.