Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pencari Kerikil Tenggelam di Sungai

📅 Minggu, 13 Jul 2025, 16:30 WIB | Oleh:
Pencari Kerikil Tenggelam di Sungai Doc: ANTARA/HO-Humas Basarnas Jambi
Ket. Tim SAR dari Basarnas Jambi saat mencari korban tenggelam seorang pekerja pencari batu kerikil di sungai batanghari.

Jambi -- Tim SAR dari Basarnas Jambi melakukan pencarian terhadap seorang pekerja yang tenggelam saat mencari batu kerikil di sungai Batanghari.

“Tim SAR Jambi menerima laporan dari BPBD Kabupaten Batanghari bahwa adanya korban tenggelam di aliran sungai, tepatnya di Desa Muara Jangga, Kabupaten Batanghari pada Sabtu (12/7) pukul 17.10 WIB, kemudian langsung melakukan pencarian, namun sampai saat ini belum berhasil ditemukan,” kata Kepala Basarnas Jambi Adah Sudarsa di Jambi, Minggu.

Data yang diterima Tim SAR Jambi, korban tenggelam bernama Hendra (30) yang beralamat di Desa Muara Jangga, Kabupaten Batanghari. Hendra adalah buruh atau pekerja yang sedang mencari kerikil di sekitaran aliran sungai Batanghari.

Laporan saksi bahwa korban saat itu sedang mencari batu kerikil di sungai dan selang beberapa waktu korban tidak kunjung muncul atau naik ke permukaan air, sehingga saksi mencoba melakukan pencarian, namun gagal, sehingga melaporkan kejadiannya ke BPBD setempat untuk mendapatkan pertolongan.

Menanggapi laporan tersebut Kantor SAR Jambi mengirimkan satu tim yang berjumlah enam orang rescuer dengan membawa peralatan, seperti mobil truk personel, perahu karet, palsar air, drone, dan peralatan pendukung lainnya.

Selain itu, juga personel SAR Jambi lainnya serta melibatkan petugas BPBD Batanghari, TNI, Polsek,dan masyarakat di daerah tersebut.

Adah Sudarsa menyatakan Search and Rescue Unit KPP Jambi bergerak menuju lokasi kejadian pada Sabtu pukul 17.30 WIB, dengan perkiraan tiba di lokasi kejadian pukul 21.30 WIB, dan saat ini masih melakukan pencarian yang sudah memasuki hari kedua.

Tim SAR gabungan yang terdiri atas personel Kantor SAR Jambi, TNI-Polri, BPBD Batanghari dan masyarakat sekitar masih melakukan penyisiran menggunakan rubber boat dan perahu nelayan sejauh 5 kilometer ke arah hilir sungai.

“Saat ini Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban,” kata Adah Sudarsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.