Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat di Musim Kemarau

📅 Sabtu, 12 Jul 2025, 21:55 WIB | Oleh:
BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat di Musim Kemarau Doc: BMKG

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga 18 Juli 2025. Peringatan ini berlaku untuk sebagian besar wilayah Indonesia.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan potensi hujan lebat masih cukup tinggi meskipun saat ini sudah masuk tengah musim kemarau. Menurutnya, dinamika atmosfer yang kompleks masih memicu terbentuknya awan-awan konvektif yang menjadi penyebab hujan deras.

Ia menjelaskan, fenomena gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin, zona konvergensi dan pertemuan angin. Serta potensi sirkulasi siklonik di sekitar Samudra Hindia dan Pasifik, sehingga mendorong pembentukan awan hujan dalam skala luas.

"Meskipun kita sudah memasuki pertengahan musim kemarau. Namun berbagai faktor atmosfer global dan regional masih mendukung terjadinya hujan lebat dan cuaca ekstrem di banyak wilayah," ujar dia, Sabtu (12/7).

Dwikorita mengatakan, intensitas hujan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir tercatat di sejumlah wilayah. Seperti Kalimantan Barat, Papua Barat, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Maluku, dan Papua.

Ia mengatakan, kondisi ini berpotensi menyebabkan bencana banjir, tanah longsor. Hingga pohon tumbang dan kerusakan infrastruktur.

Dwikorita menjelaskan, hingga akhir Juni 2025, kurang lebih hanya 30% yang telah memasuki musim kemarau. Sebaliknya, di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua masih berisiko tinggi mengalami hujan dan angin kencang.

Selain itu, hujan lebat pun berisiko terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Ia mengatakan pihaknya telah mengeluarkan status siaga untuk wilayah-wilayah tersebut.

Angin kencang juga berpotensi terjadi di wilayah barat dan timur Indonesia. Termasuk, Aceh, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.