Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kerugian Akibat Bencana Hidrometeorologi Mencapai Rp7,5 Miliar

📅 Jumat, 11 Jul 2025, 16:55 WIB | Oleh:
Kerugian Akibat Bencana Hidrometeorologi Mencapai Rp7,5 Miliar Doc: Antara

Lebak - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat kerugian material akibat bencana alam hidrometeorologi Rp7,5 miliar sepanjang Januari - Juni 2025.

"Beruntung, bencana alam hidrometeorologi seperti banjir dan longsor itu tidak menimbulkan korban jiwa," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama di Lebak, Jumat.

Bencana alam hidrometeorologi yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan petir/kilat terjadi sepanjang Januari - Juni 2025.

Bencana hidrometeorologi itu terjadi di 618 lokasi dan berdampak terhadap 1.684 rumah terendam banjir, longsor, serta angin kencang dengan kerugian Rp7,5 miliar.

Bahkan, bencana alam tersebut beberapa warga yang tinggal di Kecamatan Bayah dan Cibeber mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Oleh karena itu, pihaknya minta relawan kecamatan agar siap siaga menghadapi cuaca buruk tersebut, terlebih curah hujan malam dan dini hari.

Selain itu juga BPBD menyiapkan peralatan evakuasi, seperti perahu karet, kendaraan operasional, tambang, gergaji mesin, tenda, dan peralatan lainnya.

"Kami mengoptimalkan koordinasi untuk penanganan kebencanaan agar bisa tertangani dengan baik, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerawanan pangan maupun penyebaran penyakit," kata Febby.

Menurut dia, BPBD Lebak kini tetap siaga untuk mengantisipasi bencana alam, terlebih curah hujan masih tinggi.

Berdasarkan laporan BMKG diprakirakan curah hujan masih tinggi pada Juli 2025 dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.

"Kami minta warga khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi dapat meningkatkan kewaspadaan agar tidak menimbulkan korban jiwa," katanya menjelaskan.

Sementara itu, sejumlah warga bantaran Sungai Ciberang Lebakgedong Kabupaten Lebak mengatakan curah hujan masih tinggi dengan intensitas lebat tentu waspada karena berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor.

"Kami tinggal di daerah ini masuk kategori rawan bencana alam, mengingatkan tahun 2020 terjadi bencana banjir bandang," kata Maksum (40) warga Lebakgedong, Kabupaten Lebak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.