Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dukung UMKM Makanan Kemasan, Tim Dosen Undira Gelar Pelatihan Branding dan Kewirausahaan

📅 Jumat, 11 Jul 2025, 21:23 WIB | Oleh:
Dukung UMKM Makanan Kemasan, Tim Dosen Undira Gelar Pelatihan Branding dan Kewirausahaan Doc: Undira
Ket. Para pelakuk pelaku UMKM pemula di bidang makanan kemasan di Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, mengikuti pelatihan intensif yang diadakan oleh tim dosen dari Universitas Dian Nusantara (Undira) pada 25 Mei 2025.

BEKASI – Sebanyak 30 pelaku UMKM pemula di bidang makanan kemasan di Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, mengikuti pelatihan intensif bertema “Strategi Branding dan Kewirausahaan untuk Usaha Pemula Makanan Kemasan.” Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan oleh tim dosen dari Universitas Dian Nusantara (Undira) pada 25 Mei 2025.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam membangun merek dan mengembangkan jiwa kewirausahaan berbasis potensi lokal. Materi pelatihan mencakup pembuatan nama merek, desain logo dan kemasan, storytelling produk, hingga strategi pemasaran yang relevan untuk pasar lokal.

Menurut ketua pelaksana pelatihan tersebut, Eriklex Donald, UMKM makanan kemasan di wilayah perdesaan perlu mendapat perhatian khusus. Hal ini dilakukan agar mereka mampu bersaing, bertahan secara berkelanjutan.

“Banyak pelaku usaha di desa yang memiliki produk berkualitas, tetapi belum memahami pentingnya membangun identitas merek yang kuat. Lewat pelatihan ini, kami ingin membuka wawasan mereka bahwa branding bukan hanya soal logo, tapi soal membangun kepercayaan dan cerita di balik produk,” jelas Eriklex melalui keterangan tertulis pada hari Jumat (11/7).

Tim pelaksana terdiri dari para dosen dan mahasiswa Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial Undira, bekerja sama dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Pelatihan disampaikan dengan metode partisipatif dan praktik langsung, seperti studi kasus, diskusi kelompok, hingga simulasi pembuatan kemasan produk.

Muhamad Al Faruq Abdullah, salah satu pemateri dalam kegiatan ini, menekankan pentingnya mindset wirausaha. Melalui pelatihan tersebut diharapkan peserta tidak hanyaa tahu cara menjual namun juga dapat berpikir strategis.

“Kami ingin peserta tidak hanya tahu cara menjual produk, tapi juga mampu berpikir strategis—bagaimana mengemas produk secara profesional, mengenali pasar, dan memanfaatkan peluang yang ada, meskipun dengan modal terbatas,” tuturnya.

Dari hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta. Rata-rata skor pre-test sebesar 59,8 melonjak menjadi 83,8 pada post-test. Sebanyak 90% peserta berhasil menyusun identitas merek produk mereka sendiri, dan 75% mampu menyusun rencana usaha sederhana.

Pelatihan ini juga berhasil membangkitkan antusiasme peserta. Salah satu peserta, ibu rumah tangga yang memproduksi keripik pisang, mengaku baru pertama kali membuat logo dan kemasan serta memberi nama sendiri

“Saya jadi semangat jualan karena sekarang produk saya punya nama dan tampilan yang menarik. Bahkan sudah saya foto dan kirim ke grup WhatsApp pelanggan,” ujarnya.

Dengan respon yang sangat positif dari para peserta kegiatan ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain. Eriklex Donald menyatakan bahwa kegiatan serupa akan lebih optimal jika dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami mendorong kolaborasi lebih luas dengan pemerintah desa, dinas UMKM, dan sektor swasta agar pelatihan-pelatihan seperti ini bisa menjadi program inkubasi UMKM yang berkelanjutan,” tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
TENIS

Jalur Berat Menanti Alcaraz

55 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Jalur Berat Menanti Alcaraz

Andrew Garfield Berhenti Menggunakan ChatGPT

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Andrew Garfield Berhenti Me...

George Clooney akan Membuka Restoran Italia di Prancis.

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
George Clooney akan Membuka...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.