RI-AS Amankan Kesepakatan Strategis Rp564 Triliun
📅 Kamis, 10 Jul 2025, 04:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiSebagaimana diketahui, Trump memutuskan tetap mengenakan tarif impor 32 persen kepada Indonesia, tidak berubah dari nilai "tarif resiprokal" yang diumumkan sebelumnya pada April lalu, meski proses negosiasi dengan pihak Indonesia terus berlangsung intensif.
Menanggapi hal ini, Haryo menjelaskan bahwa selama proses negosiasi, AS perlu mempertimbangkan posisi Indonesia sebagai negara dengan sumber daya alam yang melimpah. Hal ini menjadikan Indonesia penting sebagai mitra dagang strategis.
Menurutnya, sejauh ini Indonesia juga sudah memenuhi semua permintaan AS, termasuk meminimalisir defisit yang dialami AS melalui kesepakatan dagang antarperusahaan (business to business) hingga investasi.
"Kita tidak berhenti di sini, kita tetap akan bernegosiasi, akan merespons dengan baik, dan kita akan sampaikan bahwa pertimbangan-pertimbangan Indonesia adalah negara yang strategis, yang perlu mendapatkan prioritas juga dari pemerintah Amerika Serikat," ujar Haryo. ers/and
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!