Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pramono Anung: Cuaca Ekstrem Jakarta Sampai 13 Juli

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 01:05 WIB | Oleh:
Pramono Anung: Cuaca Ekstrem Jakarta Sampai 13 Juli Doc: ANTARA/Putra M. Akbar
Ket. Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air mengoperasikan mesin pompa air portabel di Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (8/7/2025). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiagakan lebih dari 600 pompa air untuk mengatasi banjir di sejumlah titik di Jakarta.

JAKARTA – Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo meginformasikan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jakarta masih akan menghadapi cuaca ekstrem hingga tanggal 13 Juli. “Kita masih akan menghadapi cuaca ekstrem sampai 13 Juli, pekan depan. Itu informasi dari BMKG,” tandas Pramono, Rabu (9/7).

Sebagai upaya menanggulangi banjir, Pramono minta kepada seluruh dinas terkait untuk selalu memantau cuaca dan mempersiapkan diri. Dia juga mengutarakan, apabila daerah-daerah penyangga minta bantuan penanganan banjir, mesti dibantu.

“Saya sudah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Sumber Daya Air dan Biro Kerja Sama. Kalau memang tetangga Jakarta membutuhkan bantuan menangani banjir seperti dulu, mesti disiapkan,” jelas Pramono.

Pramono menambahkan,untuk banjir Jakarta sendiri, diklaim cenderung dapat tertangani dengan baik. Pramono juga sudah minta Dinas Sumber Daya Air untuk mengoptimalkan pompa-pompa air. “Dalam kondisi apa pun, Pemerintah Jakarta siap siaga,” jelasnya.

Sebelumnya, Pramono memberikan bantuan ke lokasi bencana banjir di Bekasi, Jawa Barat, yang mengalami banjir pada Februari 2025. Saat itu, Pramono memutuskan untuk membantu daerah-daerah penyangga setelah memantau seluruh wilayah Jakarta dari udara yang kondisinya mulai aman dari banjir.

Bantuan yang diberikan Pemprov Jakarta kala itu ada mobil damkar, toilet hingga mobil pengangkut sampah. Dia kemarin sudah mengirimkan 200 pasukan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) ke Bekasi untuk membantu kegiatan bersih-bersih yang diadakan pemerintah setempat.

Modifikasi Cuaca

Sementara itu, terkait modifikasi cuaca, Pramono masih memantau curah hujan. Dia belum memutuskan untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).“Cuaca masih berubah-ubah, dimonitor dulu. Kalau memang diperlukan ya pasti kita modifikasi,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu. Modifikasi cuaca dilakukan sebagai salah satu upaya mengurangi banjir.

Namun, menurut Pramono, kini Jakarta belum perlu OMC. Sebab setelah dipantau sejak kemarin, curah hujan Jakarta tidak terlalu tinggi. “Di daerah atas masih tinggi, Jakarta tidak,” tuturnya. Pramono beserta jajaran terus memantau cuaca Jakarta melalui kerja sama dengan BMKG.

Beberapa hari ke depan, Pramono memerintahkan agar seluruh dinas terkait bersiap siaga untuk bersama-sama memantau banjir. Mengapa baru sekarang diperintahkan siap-siap, bukannya banjir sudah sangat sering terjadi.

Rampungkan Waduk

Sedangkan Pemkot Jakarta Timur tengah mengebut untuk merampungkan pembangunan waduk untuk mengatasi banjir di Jaktim. Pemkot memang baru mulai mengerjakan pembangunan Waduk Giri Kencana, Jalan Giri Kencana RW 03 dan RW 06 Kelurahan Cilangkap, Cipayung, Jaktim. Waduk ini penting untuk mengatasi banjir Jakarta Timur.

“Pekerjaan saat ini belum apa-apa. Kita targetkan rampung 15 Desember mendatang,” kata Kepala Seksi Pemeliharaan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Jakarta Timur, Tengku Saugi Zikri.

Pembangunan dilakukan oleh pihak ketiga pemenang lelang e-katalog mulai awal Juni lalu. Anggarannya diambil dari APBD Jakarta sebesar 56 miliar. Pembangunan meliputi pengerukan lahan permukaan basah, pembuatan turap menggunakan konstruksi anyaman kawat baja yang diisi dengan batu-batuan (bronjong) dan berbagai kelengkapannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp104.850...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.