Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gas Teruss, Trump Ancam Negara-negara BRICS dengan Tarif Tambahan 10%

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 11:49 WIB | Oleh:
Gas Teruss, Trump Ancam Negara-negara BRICS dengan Tarif Tambahan 10% Doc: Istimewa
Ket. Trump mengarahkan perhatiannya pada blok beranggotakan 10 negara berkembang itu dengan menganggapnya sebagai musuh AS.

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini mengancam akan menaikkan tarif terhadap blok ekonomi BRICS (Brasil, Russia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran and e Uni Emirat Arab) setelah kelompok tersebut memberikan kritik tidak langsung terhadap perang dagang dan serangan militer baru-baru ini di Iran.

Dilansir oleh Al Jazeera, pada hari Senin (7/7), Trump mengarahkan perhatiannya pada blok beranggotakan 10 negara berkembang itu, dengan membingkai kepentingan blok tersebut sebagai musuh bagi AS.

"Negara mana pun yang mendukung kebijakan anti-Amerika BRICS akan dikenakan Tarif TAMBAHAN sebesar 10 persen," tulis Trump dalam sebuah postingan. "Tidak akan ada pengecualian untuk kebijakan ini. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!"

Akhir pekan lalu, kelompok tersebut menyelenggarakan pertemuan puncak ke-17 di Rio de Janeiro, Brasil. Pertemuan tersebut berpuncak pada sebuah deklarasi yang berfokus pada upaya mempromosikan perdamaian dan kerja sama global.

Namun, beberapa poin dalam deklarasi bersama tersebut tampaknya ditujukan kepada AS dan sekutunya, Israel, meskipun keduanya tidak disebutkan namanya. Dalam bagian berjudul "Memperkuat Multilateralisme dan Mereformasi Tata Kelola Global", misalnya, para pemimpin BRICS menyoroti meningkatnya penerapan tarif dalam perdagangan global.

Hal ini tampaknya ditujukan kepada Trump, yang telah mengancam mitra dagang AS dengan serangkaian tarif untuk menegosiasikan kesepakatan perdagangan yang lebih menguntungkan dan konsesi kebijakan yang tepat.

Presiden AS juga menyebut tarif sebagai “kata terindah dalam kamus menurut saya”, meskipun banyak ekonom memperingatkan bahwa biaya pajak impor tersebut sering dibebankan kepada konsumen.

Trump juga telah memperjuangkan penerapan kebijakan ekonomi proteksionis lainnya, di bawah slogan agenda "America First". Namun, para pemimpin BRICS memperingatkan bahwa kebijakan semacam ini dapat menjadi bumerang.

“Kami menyuarakan kekhawatiran serius mengenai munculnya tarif dan tindakan non-tarif unilateral yang mendistorsi perdagangan dan tidak sejalan dengan aturan WTO (Organisasi Perdagangan Dunia),” ujar para pemimpin BRICS dalam pernyataan mereka.

Para pemimpin BRICS juga menggunakan deklarasi mereka untuk mengecam serangan militer baru-baru ini terhadap salah satu negara anggota blok tersebut, Iran.

"Kami mengutuk serangan militer terhadap Republik Islam Iran sejak 13 Juni 2025, yang merupakan pelanggaran hukum internasional," tulis mereka, seraya menambahkan bahwa "fasilitas nuklir damai" telah menjadi sasaran.

Israel melancarkan serangan pertama terhadap Iran dalam perang 12 hari pada 13 Juni, dan pada 22 Juni, AS mengirim tujuh pesawat pengebom siluman B-2 Spirit ke Iran untuk menyerang tiga fasilitas nuklir. Baik Israel maupun AS bersikeras bahwa tindakan ini diperlukan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, meskipun Iran membantah telah berupaya mendapatkannya.

Menyusul ancaman tarif Trump , para pemimpin BRICS bergegas meyakinkan rekan-rekan mereka di AS bahwa mereka tidak mencari konfrontasi. Namun, yang lain merasa kesal dengan pernyataan Trump.

"Saya menyadari apa yang dicuitkan Presiden Trump, dan saya pikir perlu ada apresiasi yang lebih besar terhadap munculnya berbagai pusat kekuatan di dunia," kata Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa. "Dan ini harus dilihat secara positif, alih-alih negatif."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.