Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Data Asal-asalan, Kopdes Bisa Jadi Program Seremonial Saja!

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 19:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Data Asal-asalan, Kopdes Bisa Jadi Program Seremonial Saja! Doc: ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/bar
Ket. Warga menggunakan jasa layanan di gerai Koperasi Desa Merah Putih Desa Hutadaa di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Selasa (17/6/2025).

JAKARTA - Basis data yang akurat dan terperinci memungkinkan Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih untuk mengidentifikasi anggota secara tepat, memahami kebutuhan mereka, merencanakan program dengan lebih efektif, dan mengelola operasional dengan efisien. 

Basis data juga krusial untuk pemantauan dan evaluasi program, serta memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan koperasi. 

Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menekankan pentingnya basis data yang akurat dan presisi sebagai fondasi utama dalam menjalankan program Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih.

Tanpa data yang valid, Ferry khawatir program tersebut tidak akan efektif dalam mengentaskan kemiskinan di pedesaan, meski koperasi-koperasi desa tersebut meraih keuntungan. Kekhawatiran ini muncul karena saat ini desa-desa belum memiliki sistem data yang mampu memetakan kebutuhan spesifik masyarakat secara akurat.

"Saya yakin koperasi desa ini untung, tetapi tidak menurunkan kemiskinan," ucap Ferry, dalam keterangan kementerian di Jakarta, Kamis (10/7).

Menurut Ferry, data desa yang presisi harus menjadi pedoman dasar dalam perumusan dan pelaksanaan program Kopdes/kel Merah Putih.

Ia menambahkan data akurat juga sangat dibutuhkan oleh seluruh lini pemerintahan untuk menyusun kebijakan publik yang tepat sasaran.

"Jangan sampai kebijakan dibuat hanya berdasarkan asumsi atau data semu," katanya.

Ferry mencontohkan keberhasilan Presiden China Xi Jinping yang mampu menurunkan angka kemiskinan dalam lima tahun melalui strategi berbasis data desa yang sangat terukur.

"Dengan data presisi, mereka tahu secara rinci siapa yang miskin dan apa intervensi yang tepat. Ini menjadi praktik yang patut kita pelajari," jelas Ferry.

Oleh karena itu, Ferry menekankan pentingnya menyusun peta jalan nasional penguatan koperasi desa yang berbasis data.

Ia menyebut peta jalan yang disusun harus melibatkan DPR, terutama Komisi VI, untuk memastikan peta jalan tersebut berdasarkan temuan-temuan di lapangan, sehingga pembiayaan, arah operasional, dan pengembangan koperasi bisa dilakukan secara realistis dan tepat sasaran.

Ia juga menyambut baik usulan Komisi VI agar diadakan simposium bersama untuk merumuskan pentingnya data presisi sebagai fondasi kebijakan.

Sebelumnya, dalam rapat kerja dengan Menteri Koperasi di Jakarta, Rabu (9/7), anggota Komisi VI DPR RI M. Nasim Khan mengingatkan agar pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih tidak hanya menjadi agenda administratif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.