Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Standar Otomotif Baru Tiongkok Batasi Pengendaraan dengan Satu Pedal

📅 Selasa, 08 Jul 2025, 20:43 WIB | Oleh:
Standar Otomotif Baru Tiongkok Batasi Pengendaraan dengan Satu Pedal Doc: ANTARA/HO-volvocars.com
Ket. Ilustrasi mobil satu pedal.

JAKARTA - Pemerintah Tiongkok dikabarkan telah memperkenalkan standar nasional baru untuk sistem pengereman mobil penumpang yang akan memengaruhi mode “mengemudi dengan satu pedal”.

Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar dan Administrasi Standardisasi Tiongkok setuju tentang aturan pelarangan kendaraan menggunakan mode pedal tunggal yang memungkinkan perlambatan hingga berhenti total hanya dengan melepaskan pedal gas.

Dilaporkan Carnewschina pada Selasa (8/7) waktu setempat, standar baru ini akan diterapkan secara bertahap untuk sebagian besar jenis kendaraan baru yang disetujui pada 1 Januari 2026.

Sedangkan ketentuan khusus mengenai moda pedal tunggal akan mulai berlaku pada 1 Januari 2027.

Sementara untuk kendaraan yang telah menerima persetujuan jenis, standar baru ini akan berlaku mulai 1 Januari 2027.

Adapun aturan yang paling menonjol di antaranya: Pemasangan ABS wajib. Semua kendaraan penumpang yang baru disetujui akan diwajibkan memasang ABS (Anti-lock Braking System).

Teknologi keselamatan aktif yang matang ini membantu mencegah roda terkunci saat pengereman darurat, menjaga stabilitas dan kendali kendaraan, serta secara signifikan mengurangi risiko tergelincir.

Kemudian, pembatasan pada mode pedal tunggal. Peraturan baru secara khusus membahas sistem pemulihan energi yang umum pada kendaraan energi baru.

Peraturan tersebut melarang kendaraan disetel ke mode default di mana melepaskan pedal gas saja dapat menghentikan kendaraan sepenuhnya.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko pengemudi mengalami reaksi tertunda terhadap pedal rem dalam situasi mendesak.

Terakhir, aktivasi lampu rem untuk pemulihan energi. Standar tersebut juga mengamanatkan bahwa lampu rem harus menyala saat deselerasi yang disebabkan oleh pemulihan energi.

Sinyal ini harus tetap aktif selama deselerasi terjadi, memberi tahu kendaraan di belakang dan pengguna jalan lain serta mengurangi kemungkinan tabrakan dari belakang.

Di sisi lain, CEO Tesla Elon Musk pernah mengatakan bahwa mengemudi dengan satu pedal sebagai "bentuk utama mengemudi masa depan" karena menyederhanakan proses mengemudi dengan memungkinkan pengemudi mengendalikan akselerasi dan deselerasi dengan satu pedal.

Menekan pedal akan mempercepat kendaraan, sementara melepaskannya akan menyebabkan kendaraan melambat atau bahkan berhenti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

51 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.