Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Meledak Bak Granat, Suku Cadang Airbag Palsu Tiongkok Makan Korban di AS

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 04:43 WIB | Oleh:
Meledak Bak Granat, Suku Cadang Airbag Palsu Tiongkok Makan Korban di AS Doc: Pixabay
Ket. Ilustrasi Airbag dalam mobil.

AMERIKA SERIKAT - Skandal airbag Takata, yang menjadi alasan penarikan kembali kendaraan (recall) terbesar dalam sejarah industri otomotif, telah menyebabkan sedikitnya 35 kematian dan 400 cedera di Amerika Serikat (AS) hingga 2024.

Namun, pengemudi di AS kembali menghadapi risiko keselamatan airbag setelah kematian seorang pengendara di wilayah Dallas pada bulan lalu dikaitkan dengan inflator airbag aftermarket asal Tiongkok yang rusak pada Chevrolet Equinox 2018.

Setelah dilakukan penyelidikan terhadap sebuah kecelakaan, kematian seorang pengendara tersebut diakibatkan Inflator airbag pecah saat terjadi benturan dan menghasilkan pecahan logam yang berbahaya seperti proyektil.

Laman CarBuzz, Rabu (9/9) waktu setempat melaporkan, kematian itu menjadi kasus ke-11 yang dikaitkan dengan komponen tersebut, yang berasal dari produsen suku cadang aftermarket di Provinsi Jilin, Tiongkok.

Inflator rusak

Menurut laporan, kecelakaan di Dallas tersebut menjadi kematian pertama sejak Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) melarang impor dan penjualan inflator tertentu tersebut.

Komponen itu dibuat oleh Jilin Province Detiannuo Automobile Safety System Company. NHTSA menuding produsen yang juga dikenal dengan nama DTN tersebut tidak membuat komponen sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

Sebelumnya, 10 kematian lainnya juga telah dikaitkan dengan inflator buatan DTN.

Dalam setiap kasus, komponen yang bermasalah merupakan suku cadang pengganti, yang kemungkinan dipasang setelah airbag kendaraan dicuri atau setelah kecelakaan yang sebenarnya masih dapat diperbaiki tetapi menyebabkan airbag mengembang.

Karena itu, NHTSA meminta calon pembeli mobil bekas untuk memeriksa kendaraan sebelum membeli, guna memastikan airbag bawaan asli dari produsen kendaraan masih terpasang.

Saran tersebut menjadi semakin penting jika laporan riwayat kendaraan mencantumkan kecelakaan atau kerusakan lain, yang mungkin menyebabkan inflator dengan kualitas sesuai standar pabrikan (OE) diganti dengan unit palsu yang kualitasnya lebih rendah.

Pada 2024, Badan Perlindungan Bea dan Perbatasan AS (US Customs and Border Protection) menyita sedikitnya 490 inflator airbag palsu saat hendak diimpor ke AS. Jumlah tersebut 10 kali lebih banyak dibandingkan pada 2023.

NHTSA telah mengetahui dan menyadari bahaya penggunaan suku cadang pengganti airbag berkualitas rendah selama bertahun-tahun. Badan tersebut bahkan telah mengeluarkan peringatan kepada konsumen sejak 2013 mengenai bahaya penggunaan komponen yang bukan berasal dari produsen asli kendaraan (non-OE).

Airbag palsu tersebut sering kali memiliki harga lebih murah, sehingga dapat mendorong pemilik kendaraan dan bengkel untuk menghemat biaya perbaikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Nasional
KPK Berwenang Jemput Paksa ...
Nasional
Aksi Penyampaian Aspirasi B...
DEMONSTRASI

Prancis Perpanjang Jam Malam

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Prancis Perpanjang Jam Malam
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.