Bukan Sekadar Distribusi Rupiah, Ini Misi BI Bersama TNI AL ke Sudut Tersembunyi Papua
📅 Selasa, 08 Jul 2025, 15:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Yuvensius Lasa Banafanu
SORONG – Dengan literasi yang baik, masyarakat, terutama di di wilayah Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T), lebih mampu mengenali ciri-ciri uang palsu, memahami risiko pinjaman online, dan menghindari jebakan utang.
Literasi rupiah juga mencakup pemahaman tentang pentingnya menggunakan dan menjaga rupiah sebagai mata uang negara, serta mengenali ciri-ciri keaslian rupiah.
Bank Indonesia (BI) menggandeng TNI Angkatan Laut dalam program ekspedisi rupiah berdaulat untuk mendistribusikan Rp10,4 miliar sebagai layanan kas keliling dan edukasi kepada masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T) di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat Setian di Sorong, Selasa (8/7), menjelaskan ini merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam menyediakan uang rupiah yang layak edar di seluruh penjuru tanah air serta memperkuat semangat kebangsaan melalui pemahaman tentang rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
"Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 berlangsung pada 8–15 Juli 2025, menggunakan KRI Tatihu–853," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tim yang diberangkatkan berasal dari berbagai kantor perwakilan Bank Indonesia, termasuk dari Papua, Jawa Barat, Gorontalo, Purwokerto dan Malang.
Enam lokasi yang disasar pada ekspedisi kali ini yaitu Kaimana, Pulau Namatota, Pulau Arguni, Pulau Yellu, Pulau Paam dan Pulau Mansuar, untuk memberikan layanan penukaran uang serta edukasi mengenai cinta, bangga dan paham rupiah kepada masyarakat.
Setian menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya misi pelayanan kas, namun juga menjadi wujud nyata sinergi dan dedikasi Bank Indonesia dan TNI AL dalam menjaga kedaulatan NKRI dari sisi ekonomi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Masyarakat di pulau-pulau 3T akan mendapatkan akses terhadap uang pecahan layak edar, sekaligus diajak untuk mengenali ciri keaslian rupiah dan pentingnya menjaga fisik uang rupiah agar tetap dalam kondisi baik," ujarnya.
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, dalam sambutannya mengapresiasi sinergi yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan TNI AL.
Menurut dia, dengan lebih dari 3.000 pulau di wilayah Papua Barat Daya, penyediaan uang rupiah tidak hanya menjadi isu logistik, namun juga merupakan bagian dari menjaga kedaulatan dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui kelancaran transaksi ekonomi.
"Pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang cara merawat uang dan kewajiban
menggunakan rupiah dalam setiap transaksi, seraya menghimbau agar seluruh pihak turut mendukung
keberlangsungan kegiatan ini," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!