Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenekraf Gali Potensi Ekonomi Kreatif Yogyakarta di Ruang Bersejarah

📅 Senin, 07 Jul 2025, 18:56 WIB | Oleh:
Wamenekraf Gali Potensi Ekonomi Kreatif Yogyakarta di Ruang Bersejarah Doc: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Kementerian Ekraf berencana aktivasi Gedung Agung Yogyakarta menjadi panggung ekonomi kreatif, Yogyakarta, Jumat (4/7).

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menggali potensi kolaborasi antara seni, budaya, dan ekonomi kreatif di ruang-ruang bersejarah dalam kunjungannya ke Istana Kepresidenan Yogyakarta, yang juga dikenal dengan Gedung Agung.

"Gedung Agung bukan hanya situs sejarah, tapi juga ruang publik yang hidup. Kita bisa manfaatkan tempat ini sebagai panggung diplomasi budaya, pameran seni, residensi kreatif, atau laboratorium edukasi lintas generasi.,” kata Irene dalam keterangan pers yang diterima, Senin (7/7).

Wamen Ekraf Irene menyebut kunjungan ini sebagai langkah konkret dalam mendorong aktivasi ruang publik berbasis nilai lokal dan warisan budaya untuk mendukung ekosistem ekonomi kreatif yang lebih inklusif.

Irene juga berdiskusi bersama pengelola istana, membahas peluang aktivasi ruang yang tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga fungsional untuk memperkuat narasi budaya Indonesia ke publik. Sebagai salah satu dari tujuh istana kepresidenan dan cagar budaya nasional, Gedung Agung memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia.

Bersama Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta Deni Mulyana, Irene menjajaki kemungkinan kolaborasi ke depan mulai dari program residensi seni, aktivasi konten edukatif berbasis museum, hingga penguatan diplomasi budaya melalui karya-karya kreatif berbasis nilai lokal.

Kunjungan ini juga dihadiri Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto yang turut memberikan pandangannya.

“Kita bisa menghidupkan kembali ruang-ruang bersejarah lewat pendekatan kreatif yang relevan dengan zaman. Perpaduan seni, musik, dan teknologi bisa menjadikan tempat seperti Gedung Agung bukan hanya monumen masa lalu, tapi juga simbol inspirasi lintas generasi,” ujar Yovie.

Selama kunjungan, Wamen Ekraf Irene dan rombongan menelusuri area museum, menyaksikan langsung koleksi seni dari maestro Indonesia seperti Affandi, Soedjojono, dan Basuki Abdullah, serta arsip foto-foto bersejarah kepresidenan.

Dibangun tahun 1824, gedung ini pernah menjadi kediaman Presiden Soekarno saat Yogyakarta menjadi ibu kota sementara (1946–1949). Gedung Agung juga telah menyambut lebih dari 65 kepala negara, termasuk Ratu Elizabeth II dan Pangeran Charles. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.