Tarif AS akan Berlaku Mulai 1 Agustus, Kecuali Ada Kesepakatan Dagang
📅 Senin, 07 Jul 2025, 08:24 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: The Hill
WASHINNGTON - Tarif AS akan berlaku pada 1 Agustus jika mitra dagang dari Taiwan hingga Uni Eropa tidak mencapai kesepakatan dengan Washington, kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Minggu (6/7).
Tarif tersebut akan menjadi "bumerang kembali" ke tingkat yang terkadang sangat tinggi, sebagaimana yang telah diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada tanggal 2 April, sebelum ia menangguhkan pungutan tersebut untuk adanya perundingan perdagangan dan menetapkan batas waktu tanggal 9 Juli untuk kesepakatan, kata Bessent kepada CNN.
Bessent mengkonfirmasi pernyataan Trump kepada wartawan di Air Force One pada hari Jumat (4/7), di mana ia juga mengutip tenggat waktu baru: "Baiklah, saya mungkin akan memulainya pada tanggal 1 Agustus."
Presiden mengatakan kepada wartawan pada hari Minggu bahwa ia telah menandatangani sekitar selusin surat untuk menginformasikan negara-negara tentang kenaikan suku bunga, yang akan dikirim pada hari Senin (7/7).
"Saya kira sebagian besar negara akan mencapai kesepakatan pada 9 Juli, baik melalui surat maupun kesepakatan," kata Trump kepada wartawan pada hari Mingg. Ia mengatakan menambahkan beberapa kesepakatan telah dicapai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdiri di sampingnya, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengkonfirmasi tarif akan berlaku pada tanggal 1 Agustus, "tetapi Presiden sedang menetapkan tarif dan kesepakatannya sekarang."
Tarif tersebut merupakan bagian dari pengumuman yang lebih luas pada bulan April di mana Trump mengenakan bea masuk sebesar 10 persen pada barang dari hampir semua mitra dagang, dengan rencana menaikkan tarif ini untuk kelompok tertentu dalam beberapa hari.
Namun, ia segera menghentikan kenaikan tersebut hingga 9 Juli, untuk memberi kesempatan pada berlangsungnya pembicaraan perdagangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Negara-negara telah berupaya membuat kesepakatan yang akan membantu mereka menghindari beban tinggi ini.
Sejauh ini, pemerintahan Trump telah mengungkap kesepakatan dengan Inggris dan Vietnam, sementara Washington dan Beijing sepakat untuk sementara waktu menurunkan pungutan yang sangat tinggi terhadap produk masing-masing.
Bessent mengatakan pemerintah "hampir mencapai beberapa kesepakatan."
"Saya berharap akan melihat beberapa pengumuman besar dalam beberapa hari ke depan," katanya.
Namun, ia tidak menyebutkan negara mana yang dimaksudnya, dan menambahkan: "Saya tidak ingin membiarkan mereka lolos begitu saja."
Buku Pedoman
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!