Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Jembrana Lakukan Pendataan Internal Jumlah Pekerja Migran

📅 Senin, 07 Jul 2025, 20:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Jembrana Lakukan Pendataan Internal Jumlah Pekerja Migran Doc: ANTARA
Ket. Kepala bidang Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, Putu Agus Arimbawa, di Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Senin (7/7/2025).

JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali melakukan pendataan internal untuk mengetahui jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) berasal dari daerah tersebut.

"Kami akan melibatkan kepala dusun untuk mendata jumlah warga yang bekerja ke luar negeri," kata Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana Putu Agus Arimbawa di Negara, Kabupaten Jembrana, Senin (7/7).

Dia mengatakan pendataan ini berlaku bagi tenaga kerja legal maupun ilegal berasal dari kabupaten tersebut.

Dengan mengetahui jumlah pekerja migrain, kata dia, pemerintah daerah bisa menyusun mitigasi, termasuk dalam mencegah masyarakat yang akan bekerja di luar negeri secara ilegal.

Khusus pekerja ilegal, pihaknya tidak semata-mata memandang mereka bersalah dari sisi peraturan, akan tetapi mengkaji secara utuh.

"Pekerja migran yang ilegal bisa saja mereka juga korban. Korban dari iming-iming janji bekerja di luar negeri," katanya.

Seseorang menjadi pekerja migran ilegal, menurut dia, disebabkan sejumlah faktor, namun yang paling dominan karena terpengaruh janji-janji.

Karena dianggap sebagai korban, pihaknya akan mendorong seluruh pekerja migran berasal dari daerah itu terdaftar sebagai peserta BPJS Tenaga Kerja Pekerja Migran Indonesia (TKPMI).

"Apakah akan ada bantuan dari pemerintah? Kami masih melakukan kajian termasuk dari sisi hukum. Kalau pekerja migran yang legal sudah pasti memiliki BPJS TKPMI. Nah yang ilegal ini yang perlu kajian, karena bagaimanapun juga mereka warga negara Indonesia," katanya.

Hingga saat ini, kata dia, jumlah warga Kabupaten Jembrana yang menjadi pekerja migran sekitar 680 orang, yang sebagian besar berada di Jepang.

Namun, jumlah secara riil pihaknya menduga lebih banyak karena data di Pemkab Jembrana tidak termasuk yang bekerja di kapal.

"Untuk yang bekerja di kapal datanya ada di Dirjen Perhubungan Laut. Semoga ke depan sistem pendataan pekerja migran bisa terintegrasi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.